Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Dalam unggahan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan beberapa kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS berada di Teluk untuk mendukung operasi, dan dua kapal dagang berbendera AS telah melintasi selat “dan kini melanjutkan perjalanan dengan aman.”
Namun CENTCOM tidak menyebutkan nama kapal perang maupun kapal dagang tersebut, serta tidak menjelaskan kapan pelintasan itu terjadi.
Garda Revolusi Iran mengatakan tidak ada kapal komersial yang melintasi selat dalam beberapa jam terakhir, dan klaim AS adalah bohong.
Sebelumnya, Iran mengatakan mereka menembaki sebuah kapal perang AS yang mendekati selat hingga memaksanya berbalik arah. Laporan awal Iran menyebut kapal perang AS terkena serangan, tetapi Washington membantahnya dan pejabat Iran kemudian menyebut tembakan itu hanya sebagai tembakan peringatan.
UEA melaporkan terjadi kebakaran di sebuah instalasi minyak di pelabuhan Fujairah akibat serangan drone Iran. Fujairah berada di luar Selat Hormuz, menjadikannya salah satu dari sedikit jalur ekspor minyak Timur Tengah yang tidak perlu melewati selat tersebut.
Tonton: Perang Iran Jadi Laboratorium Musuh AS! China, Rusia, Korut Petik Pelajaran Besar
Industri Pelayaran Menunggu Kepastian
Harga minyak melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan yang bergejolak setelah laporan meningkatnya serangan Iran.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump tidak menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan dilakukan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal agar dapat melintas.
Sebagai respons, komando gabungan Iran mengatakan kapal-kapal komersial dan tanker minyak harus berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
“Kami sudah berulang kali mengatakan keamanan Selat Hormuz berada di tangan kami... Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing, terutama tentara AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekat dan memasuki Selat Hormuz,” kata pernyataan tersebut.
Amerika Serikat dan Israel menghentikan pengeboman terhadap Iran empat minggu lalu, dan pejabat AS serta Iran sempat menggelar satu putaran pembicaraan langsung. Namun upaya mengatur pertemuan lanjutan gagal.
Media pemerintah Iran melaporkan pada Minggu bahwa Washington telah menyampaikan tanggapan atas proposal Iran berisi 14 poin melalui Pakistan, dan Teheran sedang meninjaunya. Kedua pihak tidak memberikan rincian.
Proposal Iran itu akan menunda pembahasan program nuklir Iran hingga tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan menyelesaikan kebuntuan soal pelayaran. Trump mengatakan akhir pekan lalu ia masih mempelajari proposal itu, tetapi kemungkinan besar akan menolaknya.













