Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
Jika kesepakatan awal tercapai, kedua negara akan memasuki fase negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk merumuskan perjanjian komprehensif.
Agenda pembahasan mencakup pencabutan sanksi AS, pembukaan kembali akses dana Iran yang dibekukan, serta pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.
Selain itu, akan dibahas pembatasan program nuklir Iran, termasuk kemungkinan penghentian sementara pengayaan uranium.
Meski demikian, sejumlah tuntutan utama AS sebelumnya belum tercantum dalam proposal awal.
Baca Juga: Iran Kini Targetkan Perusahaan AS Microsoft hingga Boeing, Konflik Teluk Kian Memanas
Di antaranya pembatasan program rudal Iran dan penghentian dukungan terhadap kelompok milisi di Timur Tengah, dua hal yang selama ini ditolak Teheran.
Proposal tersebut juga belum menyentuh nasib cadangan uranium Iran yang telah diperkaya mendekati tingkat senjata, yang sebelumnya diminta AS untuk dihentikan sebagai syarat utama.
Sejumlah pejabat Iran memberi sinyal bahwa Teheran belum sepenuhnya puas. Anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut proposal tersebut lebih seperti daftar keinginan AS daripada realitas.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya menginginkan kesepakatan yang adil dan komprehensif.
Baca Juga: Harga Minyak Turun 2%, Pasar Tunggu Sikap Iran soal Proposal Damai AS
Di lapangan, ketegangan masih terjadi. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dilaporkan masih berlangsung.
Sebuah perusahaan pelayaran Prancis menyebut salah satu kapal kontainernya terkena serangan dan awak yang terluka telah dievakuasi.
Situasi ini menunjukkan, meski peluang damai mulai terbuka, jalan menuju kesepakatan final masih penuh tantangan.












