kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.541   41,00   0,23%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Iran Tinjau Proposal Baru AS, Sinyal Kesepakatan Akhiri Konflik Teluk Menguat


Rabu, 06 Mei 2026 / 21:12 WIB
Iran Tinjau Proposal Baru AS, Sinyal Kesepakatan Akhiri Konflik Teluk Menguat
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi (via REUTERS/Dmitri Lovetsky)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Iran menyatakan tengah meninjau proposal terbaru dari Amerika Serikat (AS), di tengah sinyal bahwa kedua pihak semakin dekat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dikutip kantor berita ISNA, mengatakan Teheran akan segera menyampaikan responsnya melalui Pakistan.

Negara tersebut sebelumnya menjadi tuan rumah satu-satunya perundingan damai dan kini berperan sebagai penghubung utama komunikasi antara Iran dan AS.

Sumber yang mengetahui proses mediasi menyebutkan, Washington dan Teheran sedang membahas memorandum satu halaman berisi 14 poin sebagai langkah awal penghentian konflik.

Baca Juga: Iran Kaji Proposal Baru AS, Sinyal Kesepakatan Akhiri Konflik Kian Menguat

Isu-isu kompleks seperti program nuklir Iran akan dibahas lebih lanjut dalam tahap berikutnya.

Presiden AS Donald Trump tidak merinci isi proposal tersebut, namun menyebut konflik bisa berakhir jika Iran menyetujui apa yang telah disepakati.

Ia juga menilai masih terlalu dini untuk membahas pertemuan langsung guna menandatangani perjanjian.

Sumber dari Pakistan menegaskan kesepakatan semakin dekat. “Kami akan segera menutup ini. Kami semakin mendekat,” ujarnya.

Kabar potensi kesepakatan langsung mengguncang pasar global. Harga minyak dunia jenis Brent turun sekitar 11% ke kisaran US$ 98 per barel.

Pasar saham global menguat, sementara imbal hasil obligasi turun, mencerminkan optimisme berakhirnya konflik yang selama ini mengganggu pasokan energi.

Baca Juga: Minyak AS Bangkit Tak Terduga: Iran Pertimbangkan Proposal Damai AS?

Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung bahwa blokade di Selat Hormuz dapat dibuka untuk semua pihak, termasuk Iran, jika kesepakatan tercapai.

Namun, ia memperingatkan bahwa jika Iran menolak, serangan militer akan kembali meningkat dengan intensitas lebih tinggi.

Sebelumnya, Trump juga menghentikan sementara misi angkatan laut AS untuk membuka blokade Selat Hormuz, menyusul kemajuan dalam perundingan damai.

Negosiasi Lanjutan dan Isu Nuklir

Jika kesepakatan awal tercapai, kedua negara akan memasuki fase negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk merumuskan perjanjian komprehensif.

Agenda pembahasan mencakup pencabutan sanksi AS, pembukaan kembali akses dana Iran yang dibekukan, serta pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

Selain itu, akan dibahas pembatasan program nuklir Iran, termasuk kemungkinan penghentian sementara pengayaan uranium.

Meski demikian, sejumlah tuntutan utama AS sebelumnya belum tercantum dalam proposal awal.

Baca Juga: Iran Kini Targetkan Perusahaan AS Microsoft hingga Boeing, Konflik Teluk Kian Memanas

Di antaranya pembatasan program rudal Iran dan penghentian dukungan terhadap kelompok milisi di Timur Tengah, dua hal yang selama ini ditolak Teheran.

Proposal tersebut juga belum menyentuh nasib cadangan uranium Iran yang telah diperkaya mendekati tingkat senjata, yang sebelumnya diminta AS untuk dihentikan sebagai syarat utama.

Sejumlah pejabat Iran memberi sinyal bahwa Teheran belum sepenuhnya puas. Anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menyebut proposal tersebut lebih seperti daftar keinginan AS daripada realitas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan negaranya menginginkan kesepakatan yang adil dan komprehensif.

Baca Juga: Harga Minyak Turun 2%, Pasar Tunggu Sikap Iran soal Proposal Damai AS

Di lapangan, ketegangan masih terjadi. Serangan terhadap kapal di Selat Hormuz dilaporkan masih berlangsung.

Sebuah perusahaan pelayaran Prancis menyebut salah satu kapal kontainernya terkena serangan dan awak yang terluka telah dievakuasi.

Situasi ini menunjukkan, meski peluang damai mulai terbuka, jalan menuju kesepakatan final masih penuh tantangan.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×