Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas menguat pada Selasa setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam dua pekan pada awal perdagangan. Investor tengah menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat, sementara meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.
Harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.013,93 per ons pada pukul 10.00 WIB, setelah sebelumnya turun ke level terendah sejak 1 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus meningkat 0,4% menjadi US$ 4.020,80 per ons.
Pada sesi sebelumnya, harga emas anjlok sekitar 3%, menjadi penurunan harian terbesar dalam lebih dari satu bulan. Pelemahan tersebut terjadi setelah konflik yang berlanjut antara AS dan Iran menyebabkan lonjakan harga minyak ke level tertinggi dalam satu bulan.
Baca Juga: Lamine Yamal Sampaikan Pesan Menyejukkan Jelang Semifinal Lawan Prancis
Meskipun emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya memberikan tekanan terhadap logam mulia tersebut karena meningkatkan daya tarik aset berbunga.
"Pasar kemungkinan masih enggan mengambil posisi besar. Ada banyak risiko peristiwa yang harus diperhatikan. Selain kesaksian Warsh dan rilis data CPI, investor juga mencermati perkembangan berita dari kawasan Timur Tengah," ujar Ilya Spivak, Kepala Global Macro di Tastylive.
Pelaku pasar akan mencermati data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juni yang dirilis hari ini untuk mendapatkan petunjuk terbaru mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter The Fed. Selain itu, data Indeks Harga Produsen (PPI) serta kesaksian pertama Ketua The Fed Kevin Warsh dalam laporan semi-tahunan kepada Kongres juga menjadi perhatian.
Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan pada Senin bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat apabila data terbaru menunjukkan inflasi masih berada jauh di atas target 2%.
Pelaku pasar kini meningkatkan taruhan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada September. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, probabilitas kenaikan tersebut meningkat menjadi sekitar 76%, dibandingkan 57% pada pekan sebelumnya.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun tipis 0,1% menjadi US$57,60 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam dua pekan.
Harga platinum melemah 0,5% menjadi US$1.597,52 per ons, sementara palladium menguat 0,6% menjadi US$1.254,82 per ons.
Baca Juga: Ekspor China Melonjak 27% pada Juni 2026, Permintaan AI dan AS Jadi Penopang Utama














