kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.996   52,00   0,29%
  • IDX 5.905   -93,82   -1,56%
  • KOMPAS100 765   -12,85   -1,65%
  • LQ45 581   -6,47   -1,10%
  • ISSI 204   -4,47   -2,15%
  • IDX30 330   -3,44   -1,03%
  • IDXHIDIV20 405   -3,97   -0,97%
  • IDX80 87   -1,42   -1,61%
  • IDXV30 109   -1,68   -1,51%
  • IDXQ30 106   -1,00   -0,94%

Iran undang Boeing ikut selidiki jatuhnya pesawat Ukraina


Jumat, 10 Januari 2020 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Iran berubah sikap dan bersedia mengundang Boeing, untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat jet Ukraina di Teheran.


Sumber: foxnews | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran berubah sikap dan bersedia mengundang Boeing, produsen pesawat terbang asal Amerika Serikat (AS) untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat jet Ukraina di Teheran.

Sebelumnya, Iran menolak melibatkan Boeing dalam penyelidikan jatuhnya pesawat jenis Boeing 737-800 yang telah menarik perhatian internasional. Belakangan beredar  spekulasi luas bahwa rudal Iran menyebabkan kecelakaan pesawat buatan Boeing yang menewaskan 176 penumpang tersebut.

Baca Juga: Iran membantah pesawat Ukraina jatuh akibat diterjang rudal

Iran juga mengecam AS karena "operasi psikologis" di sekitar penyebab kecelakaan pesawat. Iran menilai, cara AS itu hanya "menambah garam pada luka" anggota keluarga mereka yang tewas.

Ali Rabiei, juru bicara pemerintahan Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, para pejabat dari Ukraina, Boeing dan Prancis dipersilakan untuk bergabung dengan Komite Investigasi Kecelakaan Iran. Ukraina memiliki pesawat, Boeing yang memproduksi pesawat, dan Prancis yang membangun mesinnya.

"Kami menyarankan pemerintah AS untuk menunggu hasil komite penyelidikan kecelakaan dari kecelakaan pesawat Ukraina alih-alih menyebarkan kebohongan dan melakukan operasi psikologis mereka," kata Rabiei seperti dikutip Fox News, Jumat (10/1).

Ia kembali menegaskan, pemerintah AS sadar atau tidak sadar telah menambah garam pada luka keluarga para korban kecelakaan pesawat dengan menyebarkan kebohongan.

Baca Juga: Mengejutkan! Informan di Irak dan Suriah bantu AS membunuh Soleimani

Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan kepada kantor berita IRNA pada Jumat (10/1), Iran telah mengundang Ukraina dan Boeing untuk berpartisipasi dalam penyelidikan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×