kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

ISIS Manfaatkan 600 Anak-Anak Sebagai Tameng Manusia


Senin, 24 Januari 2022 / 13:58 WIB
ISIS Manfaatkan 600 Anak-Anak Sebagai Tameng Manusia
ILUSTRASI. Simbol-simbol ISIS di Irak.


Sumber: The New York Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Operasi penyerangan ISIS yang didukung AS mengalami hambatan setelah kelompok tersebut diduga menggunakan hingga 600 anak laki-laki sebagai tameng manusia. 

Dilansir dari New York Times, ke-600 anak-anak tersebut berada dalam sebuah tahanan khusus yang menampung tahanan ISIS beserta keluarganya. Langkah ini membuat operasi empat hari di Timur Laut Suriah mengalami hambatan.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pada Minggu (23/1) melaporkan, anak-anak ditahan di bagian rehabilitasi khusus di dalam pusat penahanan. 

Pengepungan penjara Ghweran di Hasaka, di mana ribuan pejuang ISIS dan anggota keluarga mereka ditahan, dikatakan telah direncanakan dengan baik.

"Pasukan Demokrat Suriah menganggap teroris ISIS bertanggungjawab karena menyebabkan kerusakan pada anak-anak ini di penjara," kata SDF dalam pernyataannya.

SDF sendiri merupakan mitra AS di wilayah otonom Rojava yang terletak di Timur Laut Suriah.

Baca Juga: Angkatan Laut AS Menyita 40 Ton Bahan Peledak yang Hendak Diselundupkan ke Yaman

Menyusul laporan tersebut, AS langsung mengirim helikopter serang dan melakukan serangan udara di penjara untuk membantu kontrol SDF yang dipimpin Kurdi. Pejabat militer AS melaporkan, beberapa tahanan tewas dalam serangan tersebut.

"Koalisi telah mengambil langkah-langkah besar untuk memastikan perlakuan manusiawi terhadap tahanan. Ketika ISIS mengangkat senjata, mereka menjadi ancaman aktif dan kemudian dibunuh oleh SDF dan serangan udara koalisi," kata Mayjen John Brennan, Komandan Koalisi Anti-ISIS di Irak dan Suriah.

Jihadis ISIS mulai melakukan serangan ke penjara sejak Kamis (20/1) malam dalam upaya untuk membebaskan anggota ISIS yang ditahan di sana. Para tahanan juga berhasil merampas senjata milik penjaga dan melakukan perlawanan selama pengepungan berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×