kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Israel gempur Gaza setelah serangan roket yang memaksa Netanyahu turun dari panggung


Rabu, 11 September 2019 / 17:59 WIB
Israel gempur Gaza setelah serangan roket yang memaksa Netanyahu turun dari panggung
ILUSTRASI. Tentara Israel di dekat perbatasan Gaza

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - GAZA. Pesawat tempur Israel menyerang Gaza, Rabu (11/9), beberapa jam setelah tembakan roket dari daerah di Palestina itu memicu sirene yang memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turun dari panggung saat kampanye pemilihan umum.

Mengutip Reuters, militer Israel menyatakan, serangan mereka menghantam 15 target, termasuk fasilitas pembuatan senjata, kompleks Angkatan Laut yang digunakan militan, dan terowongan milik Hamas. Tapi, tidak ada laporan langsung tentang korban.

Beberapa jam sebelumnya, para pengawal mendesak Netanyahu untuk berlindung di Kota Ashdod, Israel Selatan, begitu sirene berbunyi saat kampanye, Selasa (10/9) malam, satu pekan menjelang pemilihan umum.

Baca Juga: Pesawat militer Israel serang pasukan Iran di dekat Damaskus

Netanyahu tidak terluka dan beberapa menit kemudian dia melanjutkan pidatonya yang disiarkan langsung di media sosial oleh partai sayap kanan Likud.

Tapi, video yang mempertontonkan perdana menteri yang dipaksa turun dari podium menambah bahan bakar lawan-lawan politiknya, bahwa Netanyahu belum cukup bertindak untuk menghentikan serangan roket lintas-perbatasan yang sering terjadi terhadap Israel Selatan.

Militer Israel mengatakan, dua roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Ashdod dan kota pelabuhan lainnya, Ashkelon. Namun, sistem anti-rudal Israel, Iron Dome berhasil mencegatnya.

Baca Juga: Jika diserang AS, Iran ancam lenyapkan Israel hanya dalam waktu setengah jam

Serangan pada Rabu ke Gaza sebagai tanggapan atas peluncuran roket dari Gaza itu.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggungjawab atas serangan roket tersebut, yang terjadi tak lama setelah Netanyahu mengumumkan rencana untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat jika terpilih kembali dalam pemungutan suara nasional pada 17 September.




TERBARU

Close [X]
×