kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Trump bakal dimakzulkan, dollar AS keok terhadap 6 mata uang utama dunia


Rabu, 25 September 2019 / 07:14 WIB

Trump bakal dimakzulkan, dollar AS keok terhadap 6 mata uang utama dunia
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Nilai tukar dollar AS tak bertenaga pada transaksi Selasa (24/9) waktu New York. Reuters memberitakan, kondisi ini terjadi setelah sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat menyerukan untuk melakukan penyelidikan pemakzulan Presiden AS Donald Trump. 

Sebelumnya, pada Selasa, Trump mengonfirmasi telah menahan hampir US$ 400 juta bantuan AS untuk Ukraina. Akan tetapi dirinya membantah hal itu dilakukan agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy memulai investigasi atas pesaingnya Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat AS.

Di Washington, Juru Bicara DPR Nancy Pelosi telah menggelar pertemuan dengan anggota DPR Demokrat untuk mempertimbangkan pemakzulan kepada Trump, yang merupakan presiden dari Partai Republik. Pelosi dijadwalkan akan memberikan pernyataan pada pukul 5.00 pm waktu setempat. 

Baca Juga: Wall Street memerah terseret sentimen negatif dari seruan pemakzulan Trump

"Dollar mengalami tekanan besar karena sepertinya risiko politik mulai kembali menyusup ke dalam market," kata Boris Schlossberg, managing director FX strategy BK Asset Management di New York. 

Melansir Reuters, indeks dollar yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama dunia, mengalami penurunan 0,28%. 

"Aksi nyata pemakzulan, prosesnya, dan adanya potensi bukti-bukti yang muncul, semua itu akan menimbulkan risiko besar yang sangat sensitif," tambah Schlossberg. 

Dia bilang, akibat kondisi ini, investor melarikan asetnya ke aset-aset aman seperti yen Jepang dan franc Swiss hingga ada kejelasan atas permasalahan yang ada. 

Asal tahu saja, dollar melemah 0,48% terhadap yen. Sedangkan saat berhadapan dengan franc, the greenback melemah 0,45%. 

Baca Juga: DPR AS umumkan penyelidikan pemakzulan Donald Trump atas kontroversi Ukraina

Sebelumnya, nilai tukar dollar sudah melemah terhadap euro setelah data moral bisnis Jerman menunjukkan adanya kenaikan pertama dalam enam bulan terakhir pada September. 

Dollar kembali terpukul setelah data ekonomi AS menunjukkan adanya penurunan kepercayaan konsumen AS di September. Hal ini meningkatkan kecemasan mengenai kekuatan ekonomi AS. 

Di sisi lain, poundsterling menguat setelah Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa keputusan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menangguhkan parlemen selama lima minggu merupakan perbuatan melanggar hukum. Hal ini membuat kemungkinan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian transisi semakin kecil.

Investor, bagaimanapun, tidak melihat tanda-tanda rebound berkelanjutan dalam aset Inggris dan mengatakan peristiwa baru-baru ini semakin memperdalam ketidakpastian yang sekarang melekat pada mata uang Inggris.

Data Reuters menunjukkan, poundsterling menguat 0,53% terhadap dollar.


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
×