kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Italia bikin bursa Eropa tersungkur dan catatkan performa terburuk


Selasa, 12 Juli 2011 / 17:14 WIB
ILUSTRASI. Promo JSM Hypermart 2-5 Oktober 2020. Aktivitas di gerai ritel modern Hypermart, Jakarta, Senin (01/06). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

LONDON. Penyakit krisis keuangan di kawasan Eropa menular. Yang terbaru, Italia menjadi negara terakhir yang membutuhkan likuiditas. Akibat kondisi keuangan yang sangat ketat, Stoxx Europe 600 Index tersungkur 1,8%.

Indeks utama bursa Italia tumbang hingga 4% pada awal sesi perdagangan hari Selasa (12/07). Di Jerman, indeks Dax turun 1,6% dan indeks Cac di Prancis melemah 1,7%. Sedangkan di Inggris, indeks saham utama FTSE 100 merosot 1%. Saham Eropa jeblok dan mencatat performa terburuk sejak Maret silam.

Hampir US$ 1 triliun hilang dari bursa global setelah yield obligasi Italia yang akan jatuh tempo 10 tahun naik menjadi 6%. Ini merupakan imbal hasil tertinggi sejak 1997.

Mata uang Eropa yaitu euro melemah lantaran biaya asuransi utang Italia, Spanyol dan Portugal naik signifikan dan potensi default Yunani menjulang. Euro turun ke US$ 1,3837 merupakan level terendah sejak 11 Maret dan berada di US$$ 1,3929 pukul 10:20 di London.

Euro juga tumbang 1,5% terhadap Swiss franc, jatuh ke rekor terrendah 1,15533. Dollar Index, yang melacak mata uang AS terhadap enam mata uang utama global, naik 0,6%. Ini adalah kenaikan dollar AS memasuki hari ketiga.

"Penularan krisis ini seakan berlari dan mengamuk," kata Bill Blain, ahli strategi Newedge Group di London. Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa, Lorenzo Bini Smaghi menyatakan Italia sangat rapuh dan krisis tersebut berpotensi meledak.




TERBARU

[X]
×