kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Izin Tambang Jalan Lagi Rio Tinto Siap Memasok Litium ke Eropa Hingga 90% Kebutuhan


Rabu, 17 Juli 2024 / 01:25 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO - A sign adorns the building where mining company Rio Tinto has their office in Perth, Western Australia, November 19, 2015. REUTERS/David Gray/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - LONDON/BELGRADE - Grup pertambangan Rio Tinto menyambut baik keputusan pemerintah Serbia untuk memulihkan izin rencana tata ruang bagi proyek Jadar, yang merupakan langkah awal untuk melanjutkan pengembangan tambang litium terbesar di Eropa.

Keputusan ini muncul setelah Pengadilan Serbia pada Kamis lalu membatalkan keputusan pemerintah tahun 2022 yang mencabut izin Rio sebagai tanggapan atas protes dari aktivis lingkungan setempat.

Rio Tinto menanggapi keputusan ini dengan menyatakan bahwa proyek tersebut akan mematuhi persyaratan lingkungan yang ketat, termasuk fase yang diperpanjang dari prosedur hukum, lingkungan, perizinan, serta konsultasi publik sebelum dilaksanakan.

Baca Juga: Serbia Beri Sinyal Rio Tinto Bangun Tambang Litium Terbesar di Eropa

Dalam pernyataan pada Kamis, pemerintah Serbia menyatakan bahwa mereka mengambil tindakan untuk mematuhi keputusan pengadilan dan membalikkan keadaan sebelum keputusan pencabutan izin. Pejabat pemerintah belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai pernyataan tersebut.

Proyek Jadar, jika dikembangkan, bernilai $2,4 miliar dan dapat memenuhi 90% kebutuhan litium Eropa saat ini, menjadikan Rio Tinto sebagai produsen litium terkemuka.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek Kinerja Emiten yang Berganti Pengendali

Namun, proyek ini menghadapi penolakan kuat dari aktivis dan partai oposisi di Serbia, yang mengancam akan meradikalisasi protes dengan memblokir jalan dan jalur kereta api jika proyek dilanjutkan.

Menteri Pertambangan dan Energi, Dubravka Djedovic Handanovic, menyatakan kepada kantor berita Tanjug bahwa proyek Jadar “mewakili masa depan posisi ekonomi Serbia di Eropa” dan menganggap tidak bertanggung jawab untuk mengabaikan potensi tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×