kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.081   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Izinkan Huawei bangun jaringan 5G, Boris Johnson kini terjepit


Selasa, 10 Maret 2020 / 21:18 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Paul Ellis/Pool via REUTERS


Reporter: Umar Tusin | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapatkan protes karena mengizinkan Huawei ikut serta dalam pembangunan jaringan 5G di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, pada bulan Januari lalu Inggris telah memberikan izin kepada Huawei ke bisnis 5G meski keterlibatannya dibatasi hanya 35%.

Baca Juga: Jadwal pertandingan Liga Champions pekan ini, misi balas dendam bagi Liverpool

Keputusan tersebut membuat Amerika Serikat marah, karena AS menuduh China berkontribusi dalam sistem komunikasi yang menimbulkan masalah keamanan. Kemarahan Amerika ini mendesak pemerintah Inggris untuk memikirkan kembali keputusan tersebut.

Sekelompok pendukung Boris Johnson yang berjumlah sekitar 30 orang hingga 50 orang anggota parlemen juga menentang keputusan tersebut. 

Mereka berencana untuk mendukung perubahan keputusan tersebut atau mengamandemen Undang-undang Infrastruktur Telekomunikasi, meskipun undang-undang tersebut tidak ada hubungannya dengan keamanan jaringan.

Mereka ingin perusahaan yang disebut oleh pakar keamanan Inggris sebagai perusahaan berbahaya, termasuk Huawei, untuk mencabut seluruh jaringannya pada akhir tahun 2022.

Baca Juga: Takjub! Wabah corona bikin pengusaha China dengan bisnis Health Care tambah kaya raya

"Kami berharap dapat mengekang antusiasme pemerintah untuk memasang perangkat keras yang diproduksi oleh perusahaan yang mereka akui sebagai perusahaan yang berbahaya," ujar anggota parlemen Inggris David Jones.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×