kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Jack Ma bilang dia tidak akan pernah dapat pekerjaan di Alibaba saat ini, mengapa?


Senin, 21 Oktober 2019 / 08:41 WIB

Jack Ma bilang dia tidak akan pernah dapat pekerjaan di Alibaba saat ini, mengapa?
ILUSTRASI. Alibaba Business School* - lini edukasi Alibaba Group - mengakselerasi upaya pemberdayaan transformasi digital di Indonesia dengan menyelenggarakan program ‘Alibaba Netpreneur Training Indonesia’ yang pertama. Inisiatif ini merupakan komitmen Jack Ma untu

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pengusaha miliarder, Jack Ma, mendirikan Alibaba yang kini menjelma menjadi salah satu perusahaan teknologi paling sukses di China.

Tetapi dia bilang, dia akan mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di sana saat ini.

Dan itu bukan hanya Alibaba. Jack Ma mengatakan dia dan sebagian besar pendiri lainnya akan berjuang keras agar dapat lulus penyaringan awal untuk banyak perusahaan yang paling diinginkan di dunia.

"Orang-orang seperti saya, hari ini, jika saya mencoba melamar (untuk) pekerjaan di Alibaba, itu hampir mustahil," kata Ma di Forbes Global CEO Conference di Singapura seperti yang dikutip CNBC.

Baca Juga: Ini delapan pendiri perusahaan besar di dunia yang merintis usaha hingga undur diri

Hal itu dikarenakan adanya cacat dalam sistem ketenagakerjaan internasional, yang terlalu menekankan hasil akademis dan mengesampinglkan para pemikir yang out-of-box sehingga tidak adil terhadap yang tradisional.

"Orang-orang menilai Anda dari diploma Anda," kata Ma. "Mereka akan berpikir 'hei, kita punya sekelompok orang dari Harvard, kita punya orang-orang dari Stanford, dan kamu entah dari mana."

Anak-anak kita tidak akan pernah bisa bertahan hidup karena pendidikan yang kita ajarkan.

Baca Juga: Jack Ma: Alibaba Grup gagalkan 300 juta kali upaya peretasan per hari

Ma - yang berjuang melalui sekolah dan terkenal kerap ditolak dari 30 pekerjaan sebelum ia memulai Alibaba pada tahun 1999 - mengatakan ia bertemu dengan banyak orang berkemampuan tinggi yang ditolak dari pekerjaan yang baik hanya karena mereka gagal mendapatkan nilai baik dari segi akademis.

"Saya telah menemukan banyak pengusaha seperti saya," kata Ma, mencatat dua mantan rekannya, sekarang pendiri Alipay dan Taobao, yang gagal masuk ke program MBA karena mereka tidak lulus ujian matematika.

Menurutnya, daftar-pembanding akademik seperti itu menjadi semakin tidak relevan dalam era digital yang berkembang cepat.

“Dalam industri (era), Anda harus mengingat lebih cepat, Anda harus mengingat lebih banyak, Anda harus menghitung lebih cepat. Ini adalah hal-hal yang sekarang dapat dilakukan mesin jauh lebih baik daripada Anda,” kata Ma.

Baca Juga: Rhenald Kasali: Milenial mesti berlari kencang, kenapa?

“Itu adalah sesuatu yang aku khawatirkan. 20, 30 tahun kemudian, anak-anak kita tidak akan pernah bisa bertahan hidup karena pendidikan yang kita ajarkan,” kata Ma.

Pria berusia 55 tahun, yang pensiun sebagai CEO Alibaba pada bulan lalu, mengatakan dia sekarang berencana melakukan pekerjaan filantropis di sektor pendidikan untuk lebih mempersiapkan generasi berikutnya seiring perubahan lanskap dengan mendorong pemikiran mandiri yang lebih besar.

“Kami (harus) mengajar anak-anak kami bagaimana menjadi inovatif, konstruktif dan kreatif sehingga mereka dapat bertahan hidup di masa AI (kecerdasan buatan). Saya ingin melakukan lebih banyak hal tentang itu,” kata Ma, yang merupakan mantan guru bahasa Inggris ini.


Sumber : CNBC
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
×