Sumber: Bloomberg | Editor: Syamsul Azhar
JENEWA. Anda kolektor jam tangan? Awal pekan ini balai lelang Christie's International mengaku telah menjual salah satu jam Patek Philippe tahun 1944 dengan nilai lelang setara US$ 5,4 juta, kalau di rupiahkan senilai dengan Rp 53 miliar.
Angka ini tercatat sebagai harga tertinggi untuk lelang arloji berlapis emas kuning.
Jam tangan tersebut berlapis emas 18 karat, memiliki kalender yang bisa mengatur tahun kabisat dan penunjuk bulan.
Juru bicara lelang, Cristiano De Lorenzo bilang, jam tangan tersebut terjual dengan harga 6,26 francs.
Sebagai gambaran keelokan jam tangan ini, juru lelang Aurel Bach menyebutnya sebagai monalisa abad 20.
Dalam lelang tersebut setidaknya ada enam penawaran yang masuk. Penawar tersebut berasal dari peserta di tiga benua yang terpisah.
Tapi Lorenzo enggan merinci siapa saja peserta lelang yang rela merogoh kocek miliaran demi jam tangan tua tersebut.
Cristie's mengklaim, harga dalam lelang ini merupakan harga tertinggi kedua, untuk sebuah jam tangan.
Antiquorum, sebuah lembaga lelang yang berbasis di Jenewa Swiss harga ini merupakan rekor baru melampaui lelang sebelumnya, untuk jam tangan Patek Philippe yang terjual seharga US$ 4,03 juta pada 2002 silam.
Menurut dia, ukuran rekor harga juga tergantung pada nilai tukar Swiss Francs.
Semula jam tangan Patek Philippe ini memiliki perkiraan harga sebesar 1,5 juta francs hingga 2,5 juta francs.
Dalam lelang kemarin itu, merupakan lelang jam tangan pertama sejak 20 tahun terakhir.
Hingga saat ini rekor harga jam tangan termahal yang terjual dalam lelang masih di pegang oleh jam saku The Patek Supercomplication.
Jam ini laku terjual dengan harga US$ 11 juta atau setara Rp 102 miliar oleh balai lelang Sotheby's pada tahun 1999.













