Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang berencana menerbitkan obligasi sementara untuk mendanai program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan investasi di bidang pertumbuhan dan keamanan ekonomi.
Menurut laporan surat kabar Nikkei yang dilansir Reuters, Kamis (28/5/2026), Obligasi sementara digunakan untuk menutupi kebutuhan pendanaan sementara dan diterbitkan dengan jaminan atas cara pembayaran tertentu untuk pelunasan.
Ide tersebut akan menjadi bagian dari proposal yang akan diajukan oleh Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kepada pemerintah pada hari Kamis, kata Nikkei tanpa menyebutkan sumber.
Baca Juga: AS Fokus Berupaya Mencegah Masuknya Kasus Ebola ke Dalam Negeri
Pemerintah akan mempertimbangkan untuk memasukkan ide penerbitan obligasi sementara dalam rencana fiskal jangka menengahnya, yang akan dirilis pada bulan Juli, kata surat kabar itu.
Kantor perdana menteri tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menjabarkan 17 area strategis yang akan menjadi targetnya dalam memperluas investasi domestik, yang akan melibatkan keterlibatan pemerintah selama beberapa tahun.
Kuncinya adalah bagaimana mendanai program-program tersebut dengan utang publik Jepang yang sangat besar dan kebijakan fiskal ekspansif perdana menteri yang sudah membuat pasar gelisah karena keuangan negara yang memburuk.
Baca Juga: Harga Minyak Turun 5%, Investor Menanti Perkembangan Kesepakatan Damai AS-Iran
Karena diterbitkan untuk pendanaan sementara, obligasi jembatan akan dikecualikan dari perhitungan pemerintah mengenai ukuran fiskal Jepang seperti rasio utang terhadap produk domestik bruto.













