kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Jepang akan uji coba obat HIV untuk pasien virus corona


Rabu, 19 Februari 2020 / 05:19 WIB
Jepang akan uji coba obat HIV untuk pasien virus corona
ILUSTRASI. Kapal pesiar Diamond Princess. REUTERS/Athit Perawongmetha

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang berencana untuk memulai uji coba obat-obatan HIV untuk merawat pasien virus corona. Langkah ini dilakukan seiring peningkatan jumlah kasus sehingga bisa menjadi ancaman yang semakin besar terhadap ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Menurut juru bicara pemerintah Jepang, "Saat ini pemerintah tengah membuat persiapan sehingga uji klinis menggunakan obat HIV pada pasien virus corona baru dapat dimulai sesegera mungkin," kata Yoshihide Suga mengatakan pada briefing. Dia menambahkan, pemerintah tidak bisa mengatakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyetujui penggunaan obat.

Data terakhir yang dirilis Reuters menunjukkan, sebanyak 88 orang dinyatakan positif mengidap virus di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama. Alhasil, jumlah penumpang yang terinfeksi menjadi 542, kata Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Virus corona terus teror Singapura, empat lagi terjangkit Covid-19

Di tempat lain, tiga kasus lagi didiagnosis di Prefektur Wakayama, termasuk putra seorang dokter yang terinfeksi virus itu, kata media setempat.

Saat ekonomi Jepang yang terkontraksi memperdalam kekhawatiran resesi, penyebaran virus telah mendorong Tokyo untuk membatasi jumlah pertemuan publik, sementara beberapa perusahaan meminta karyawan untuk bekerja dari rumah.

Obat-obatan HIV telah disebut-sebut sebagai obat potensial untuk virus corona, yang telah menewaskan hampir 1.900 orang di China daratan. Belum ada terapi yang terbukti sepenuhnya efektif melawan infeksi.

Baca Juga: Virus corona ganggu perdagangan Indonesia-China, Bea Cukai relaksasi aturan

Warga di China telah mulai mengeksplorasi cara-cara yang tidak lazim untuk mendapatkan perawatan, dengan beberapa orang memohon kepada pasien HIV dan importir yang tidak sah untuk obat HIV.

Di Thailand, dokter mengatakan mereka tampaknya telah berhasil dalam mengobati kasus-kasus virus yang parah dengan kombinasi obat untuk flu dan HIV.



TERBARU

[X]
×