kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Jepang Dorong Dana Pensiun Pulang Kampung, Pasar Global Waspadai Arus Modal Berbalik


Jumat, 10 Juli 2026 / 22:58 WIB
Jepang Dorong Dana Pensiun Pulang Kampung, Pasar Global Waspadai Arus Modal Berbalik
ILUSTRASI. JAPAN-POLITICS/Sanae Takaichi (Pool via REUTERS/YUICHI YAMAZAKI)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Selama ini, arus modal keluar menjadi salah satu penyebab yen terus melemah sejak 2014, ketika Shinzo Abe mendorong GPIF mengurangi kepemilikan obligasi domestik dan meningkatkan investasi pada saham serta aset luar negeri karena rendahnya imbal hasil di Jepang dan tekanan populasi yang menua.

Kini, Perdana Menteri Sanae Takaichi dikabarkan mempertimbangkan memanfaatkan dana pensiun tersebut untuk membalik tren tersebut.

Selain membantu memperkuat yen, dana yang kembali ke Jepang diharapkan dapat mendukung pembiayaan proyek-proyek pertumbuhan seperti AI, semikonduktor, dan pertahanan.

Momentum tersebut dinilai cukup mendukung karena pasar saham Jepang tengah menguat, sementara imbal hasil obligasi domestik menjadi semakin menarik. Indeks Nikkei telah naik 36% sepanjang tahun ini hingga mencetak rekor baru secara berturut-turut.

Baca Juga: Dana Pensiun Bank Mandiri: SRBI Menarik sebagai Instrumen Investasi Jangka Pendek

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 1996.

Kepala Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga OCBC Frances Cheung menilai saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali komposisi investasi antara aset domestik dan luar negeri.

Menurutnya, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang kini sudah setara bahkan lebih menarik dibandingkan obligasi pemerintah AS setelah memperhitungkan lindung nilai mata uang.

Meski demikian, kenaikan imbal hasil obligasi Jepang juga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal negara tersebut.

Yen pun tetap berada di level lemah meski Bank of Japan telah menaikkan suku bunga dan pemerintah melakukan intervensi valuta asing dalam jumlah terbesar sepanjang tahun ini.

Ekonom Jepang Oxford Economics Norihiro Yamaguchi menilai gagasan tersebut mengingatkan pada upaya Korea Selatan yang pernah mendorong dana pensiunnya menopang nilai tukar won pada Desember lalu, tetapi belum menunjukkan hasil berarti.

Ia meragukan kebijakan itu cukup kuat mengubah tren pelemahan yen yang masih dipengaruhi fundamental ekonomi.

Baca Juga: Ini Tantangan dan Strategi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun 2026 Menurut Asosiasi DPLK

Meski begitu, kuatnya reli obligasi pemerintah Jepang pada Jumat menunjukkan pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan besar arus dana investasi kembali ke pasar domestik.

Ekonom Kepala Asia HSBC Fred Neumann mengatakan repatriasi aset dalam skala besar menjadi bagian yang selama ini belum terwujud dalam proses pemulihan ekonomi Jepang.

Menurutnya, meski suku bunga domestik meningkat dan pasar saham mencetak kinerja kuat, investor Jepang sejauh ini masih belum menunjukkan minat besar untuk mengurangi kepemilikan aset luar negeri dan mengalihkan dana kembali ke pasar domestik.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×