Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sejumlah wilayah di China bagian utara bersiap menghadapi hujan lebat seiring Topan Bavi terus membawa massa uap air ke wilayah tersebut.
Otoritas setempat mengambil berbagai langkah antisipasi, mulai dari menutup taman dan lokasi wisata hingga menurunkan permukaan air waduk untuk mengurangi risiko banjir.
Topan Bavi diperkirakan akan mencapai daratan di sekitar Kota Wenzhou, China timur, pada Sabtu malam atau Minggu dini hari.
Badai ini diproyeksikan menjadi salah satu topan terkuat yang melanda China dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem: Wilayah Ini Siaga Hujan Lebat & Angin Kencang 12-13 Feb!
Dampak Bavi tidak hanya dirasakan di wilayah yang diperkirakan menjadi titik pendaratan.
Hujan deras diprakirakan mengguyur sejumlah provinsi dan wilayah lain pada Jumat hingga akhir pekan, termasuk Hebei, Beijing, Shaanxi, dan Liaoning.
Kondisi tersebut membuat otoritas setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem dan banjir.
Di ibu kota Beijing, hampir 100.000 warga telah dievakuasi hingga Jumat sore sebagai langkah antisipasi menghadapi hujan lebat, menurut laporan media pemerintah.
Sementara itu, Kota Fushun di China timur laut meminta dinas pendidikan setempat memastikan seluruh lembaga bimbingan belajar tetap tutup pada Sabtu.
Baca Juga: Sudah Resmi Masuk Musim Kemarau, Tapi Masih Hujan Lebat dan Banjir? Ini Jawaban BMKG
Di Beijing, Hebei, dan Mongolia Dalam, sejumlah fasilitas umum, taman, serta lokasi wisata luar ruang juga ditutup sejak Jumat karena meningkatnya risiko cuaca ekstrem.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir, debit pelepasan air dari Waduk Miyun di Beijing ditingkatkan menjadi 205 meter kubik per detik dari sekitar 135 meter kubik per detik sejak Kamis pagi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menyediakan kapasitas tampung yang lebih besar guna mengendalikan potensi banjir, menurut laporan media setempat.














