kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Jepang Lepas Air Radioaktif Fukushima, Masyarakat China Ramai-ramai Menimbun Garam


Jumat, 25 Agustus 2023 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Produsen garam terbesar di China mendesak masyarakat agar tidak panic buying setelah Jepang membuang air radioaktif Fukushima. Kyodo/via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produsen garam terbesar di China mendesak masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara panik (panic buying) setelah Jepang membuang air radioaktif yang telah diolah ke Samudera Pasifik dari pembangkit tenaga nuklir Fukushima.

Mengutip Reuters, Kelompok Industri Garam Nasional yang dikelola negara, produsen garam terbesar di dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka meningkatkan pasokan karena orang-orang di beberapa wilayah China bergegas untuk menimbun garam.

Rak garam di supermarket kosong dan terjual habis di platform penjualan online di beberapa tempat, termasuk Beijing dan Shanghai.

China menentang tindakan Jepang, dengan mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak membuktikan bahwa air yang dibuang aman dan telah melarang impor semua produk akuatik dari Jepang.

Baca Juga: China Blokir Produk Seafood Jepang Buntut Pembuangan Limbah PLTN Fukushima

“Kami bekerja lembur untuk memproduksi, mendistribusikan dan melakukan segala upaya untuk menjamin pasokan pasar,” kata Kelompok Industri Garam Nasional dalam pernyataannya.

“Harap membeli secara rasional dan jangan panik membeli secara membabi buta,” katanya.

Kelompok Garam Nasional mengatakan garam laut hanya menyumbang 10% dari garam yang dikonsumsi masyarakat, sisanya adalah garam baik dan garam akhir, yang aman dari kontaminasi.

Kelompok tersebut mengatakan pasokan garamnya cukup dan kekurangan stok hanya bersifat sementara.

Jepang mengkritik China karena menyebarkan klaim yang tidak berdasar secara ilmiah dan menyatakan bahwa pelepasan air tersebut aman, dan menyebutkan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah menyimpulkan bahwa dampak yang ditimbulkannya terhadap manusia dan lingkungan dapat diabaikan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×