kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Jepang Lepas Air Radioaktif Fukushima, Masyarakat China Ramai-ramai Menimbun Garam


Jumat, 25 Agustus 2023 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Produsen garam terbesar di China mendesak masyarakat agar tidak panic buying setelah Jepang membuang air radioaktif Fukushima. Kyodo/via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produsen garam terbesar di China mendesak masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara panik (panic buying) setelah Jepang membuang air radioaktif yang telah diolah ke Samudera Pasifik dari pembangkit tenaga nuklir Fukushima.

Mengutip Reuters, Kelompok Industri Garam Nasional yang dikelola negara, produsen garam terbesar di dunia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka meningkatkan pasokan karena orang-orang di beberapa wilayah China bergegas untuk menimbun garam.

Rak garam di supermarket kosong dan terjual habis di platform penjualan online di beberapa tempat, termasuk Beijing dan Shanghai.

China menentang tindakan Jepang, dengan mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak membuktikan bahwa air yang dibuang aman dan telah melarang impor semua produk akuatik dari Jepang.

Baca Juga: China Blokir Produk Seafood Jepang Buntut Pembuangan Limbah PLTN Fukushima

“Kami bekerja lembur untuk memproduksi, mendistribusikan dan melakukan segala upaya untuk menjamin pasokan pasar,” kata Kelompok Industri Garam Nasional dalam pernyataannya.

“Harap membeli secara rasional dan jangan panik membeli secara membabi buta,” katanya.

Kelompok Garam Nasional mengatakan garam laut hanya menyumbang 10% dari garam yang dikonsumsi masyarakat, sisanya adalah garam baik dan garam akhir, yang aman dari kontaminasi.

Kelompok tersebut mengatakan pasokan garamnya cukup dan kekurangan stok hanya bersifat sementara.

Jepang mengkritik China karena menyebarkan klaim yang tidak berdasar secara ilmiah dan menyatakan bahwa pelepasan air tersebut aman, dan menyebutkan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga telah menyimpulkan bahwa dampak yang ditimbulkannya terhadap manusia dan lingkungan dapat diabaikan.




TERBARU

[X]
×