kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jepang mempertimbangkan aturan tes Covid-19 negatif untuk penonton Olimpiade Tokyo


Senin, 31 Mei 2021 / 10:57 WIB
Jepang mempertimbangkan aturan tes Covid-19 negatif untuk penonton Olimpiade Tokyo
ILUSTRASI. Olimpiade Tokyo

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan hasil tes Covid-19 negatif atau catatan vaksinasi dari para penonton yang menghadiri Olimpiade Tokyo. 

Dalam laporan surat kabar Yomiuri yang dikutip Reuters, hal tersebut dilakukan usai jajak pendapat terbaru menunjukkan penolakan publik terhadap Olimpiade Tokyo tetap kuat.

Dengan pembukaan Olimpiade yang kurang dari dua bulan lagi, kepercayaan publik telah terguncang oleh gelombang keempat infeksi virus corona dan peluncuran vaksinasi Covid-19 yang lambat di Negeri Sakura tersebut.

Penonton asing telah dilarang dan penyelenggara pertandingan diharapkan membuat keputusan pada bulan depan tentang apakah penggemar Jepang akan dapat hadir dan, jika demikian, dalam kondisi seperti apa.

Perlu adanya aturan terkait tindakan untuk menghadang penyebaran virus corona seperti melarang sorak-sorai dan tos. Yomiuri menambahkan, pemerintah Jepang juga sedang mempertimbangkan apakah penonton harus diminta untuk menunjukkan hasil tes negatif yang diambil dalam waktu seminggu setelah menghadiri acara Olimpiade.

Laporan itu disambut dengan kemarahan di antara beberapa pengguna media sosial, dengan ribuan tweet mengkritik dorongan terus negara itu untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di tengah pandemi. 
Istilah "sertifikat tes negatif" menjadi trending di Twitter Jepang, dengan mengumpulkan lebih dari 8.000 tweet pada Senin (31/5) pagi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 masih tinggi, Jepang berencana memperpanjang keadaan darurat di Tokyo

Juru bicara pemerintah Jepang Katsunobu Kato mengatakan kepada wartawan pada hari ini bahwa dia tidak mengetahui bahwa ada keputusan yang telah dibuat mengenai masalah tersebut.

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo tidak segera menanggapi email yang meminta komentar atas laporan tersebut.

Jepang pada hari Jumat memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan wilayah lain hingga 20 Juni. Negara ini telah mengalami rekor jumlah pasien Covid-19 dalam kondisi kritis dalam beberapa hari terakhir, bahkan ketika laju infeksi baru telah melambat.

Dalam jajak pendapat yang diterbitkan oleh surat kabar Nikkei pada hari Senin, lebih dari 60% responden mendukung pembatalan atau penundaan Olimpiade, hasil yang sejalan dengan jajak pendapat sebelumnya oleh outlet media lain.

Olimpiade telah ditunda satu kali karena pandemi tetapi pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional telah mengatakan 23 Juli-8 Agustus. Acara akan dilanjutkan di bawah aturan ketat aman Covid-19.

 

Selanjutnya: Varian Covid-19 Vietnam lebih berbahaya, kombinasi varian India-Inggris

 




TERBARU
Kontan Academy
MiniMBA on Problem Solving using world class consultants approach Sukses Memimpin: Kunci Kepemimpinan Asertif Batch 2

[X]
×