kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jepang resah, yen menguat


Kamis, 02 September 2010 / 15:55 WIB
Jepang resah, yen menguat


Reporter: Hari Widowati, Reuters | Editor: Uji Agung Santosa

TOKYO. Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membuat Jepang resah. Pelaku usaha hingga politisi mendesak agar otoritas moneter bertindak untuk menjinakkan penguatan yen.

Ichiro Ozawa, Calon Perdana Menteri Jepang dari Partai Demokrat, meminta bank sentral dan pemerintah Jepang mengambil langkah-langkah untuk menahan penguatan yen terhadap dolar AS yang terlalu cepat. Menurutnya, intervensi tunggal di pasar uang tidak bakal berdampak signifikan. Tapi, bagaimanapun juga hal itu patut dicoba mengingat tidak banyak kebijakan moneter yang bisa menahan penguatan yen terhadap dolar AS.

"Ruang untuk menentukan kebijakan moneter lebih lanjut semakin sempit. Namun, penguatan yen saat ini telah sampai pada level yang membutuhkan penanganan khusus," kata Ozawa, Kamis (2/9).

Sejak awal tahun ini, nilai tukar yen terhadap dolar telah menguat sekitar 8,9% dari ¥ 92,50 per dolar AS menjadi ¥ 84,21 per dolar AS pada Kamis (2/9). Pekan lalu, nilai tukar yen sempat menyentuh level tertinggi di ¥ 83,90 per dolar AS pada 24 Agustus 2010. Penguatan yen yang terlalu cepat dapat menurunkan ekspor Jepang. Apalagi, Amerika Serikat (AS) merupakan negara tujuan utama ekspor Jepang.




TERBARU

[X]
×