kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45768,83   4,23   0.55%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Jepang tangkap mantan karyawan SoftBank yang diduga mata-mata Rusia


Senin, 27 Januari 2020 / 10:22 WIB
Jepang tangkap mantan karyawan SoftBank yang diduga mata-mata Rusia
ILUSTRASI. Logo Softbank. REUTERS/Issei Kato

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Seorang mantan karyawan bisnis nirkabel SoftBank Group Corp telah ditangkap karena dicurigai membocorkan informasi perusahaan. Hal itu diungkapkan oleh Softbank pada hari Sabtu ((25/1) lalu.

Melansir Reuters, SoftBank Corp mengatakan telah memecat mantan manajer setelah mengetahui dugaan pencurian, dengan menambahkan bahwa tidak ada informasi yang dicuri yang sangat rahasia.

Mantan karyawan itu diduga menyampaikan informasi ke misi dagang Rusia di Jepang dengan imbalan uang, lapor surat kabar Nikkei, mengutip pihak kepolisian.

Seorang juru bicara kepolisian Tokyo menolak untuk mengkonfirmasi informasi yang lebih rinci. Akan tetapi, dia mengatakan seorang pria berusia 48 tahun telah ditangkap karena dicurigai mengakses server perusahaan secara ilegal dan mencuri rahasia dagang.

Baca Juga: Kecelakaan helikopter yang melibatkan Kobe Bryant, tak ada yang selamat

Nikkei melaporkan bahwa polisi juga ingin berbicara dengan staf misi dagang yang diyakini terlibat dalam insiden itu dan meminta pengembalian staf ke Jepang yang tidak lagi di negara itu melalui kementerian luar negeri.

"Kami menyesal pihak Jepang telah terlibat dengan spekulasi anti-Rusia yang sedang menjadi trending di Barat," kata Kedutaan Besar Rusia di Jepang dalam postingan di Twitter.

Baca Juga: Ini kronologi pasien suspect virus corona hingga dirawat di RSPI Sulianti Saroso

"Ini bertentangan dengan garis yang disepakati oleh Moskow dan Tokyo untuk membangun suasana positif demi meningkatkan kerja sama bilateral dan menyelesaikan masalah-masalah yang tidak mudah pada agenda bersama," tambahnya.

SoftBank mengatakan, mantan manajer tersebut bertanggung jawab untuk meningkatkan efisiensi terkait konstruksi di fasilitas telekomunikasi.

 



TERBARU

[X]
×