kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Harta 50 Orang Terkaya Australia Tembus US$ 254 Miliar di Tengah Gejolak Global


Selasa, 10 Februari 2026 / 21:54 WIB
Harta 50 Orang Terkaya Australia Tembus US$ 254 Miliar di Tengah Gejolak Global
ILUSTRASI. Orang terkaya Australia Gina Rinehart (REUTERS/Hollie Adams)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SIDNEY. Australia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat dan tensi geopolitik. 

Mengutip laporan Forbes Australia’s 50 Richest 2026, penguatan dolar Australia yang naik sekitar 9% dalam setahun terakhir ikut mendorong kenaikan kekayaan para taipan negeri tersebut.

Secara keseluruhan, total harta 50 orang terkaya Australia bertambah US$ 11 miliar menjadi US$ 254 miliar. Dari jumlah itu, 30 orang tercatat mengalami peningkatan kekayaan dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Kekayaan 50 Orang Terkaya Australia Naik US$ 11 Miliar Sepanjang 2025

Posisi orang terkaya Australia masih ditempati ratu tambang Gina Rinehart, pemilik Hancock Prospecting. Meski demikian, kekayaannya turun 15% menjadi US$ 24,6 miliar seiring tekanan harga bijih besi dan regulasi. 

Rinehart yang juga dikenal sebagai investor awal sektor rare earths, menambah kepemilikan saham Hancock di perusahaan Amerika Serikat, MP Materials, menjadi 8,4% pada November lalu.

Di peringkat kedua, taipan properti Harry Triguboff memperkuat posisinya setelah kekayaannya melonjak 20% menjadi US$22,6 miliar. 

Kenaikan ini sejalan dengan strategi Meriton Properties yang kian agresif menggarap pasar Gold Coast, Queensland. Sementara itu, pengusaha tambang Andrew Forrest naik dua peringkat ke posisi ketiga. Lonjakan saham Fortescue mengerek kekayaannya US$4 miliar menjadi US$20,1 miliar. 

Forrest juga meningkatkan eksposurnya di sektor emas dengan menggandakan kepemilikan saham Greatland Gold hingga hampir 19%.

Baca Juga: Miliarder Swiss Ini Usulkan Pajak Lebih Tinggi bagi Orang Kaya

Pendiri perusahaan perangkat lunak desain Canva, Cliff Obrecht dan Melanie Perkins, menempati peringkat keempat setelah valuasi Canva sempat menyentuh US$42 miliar pada Agustus. 

Pasangan suami istri asal Sydney ini kini memiliki kekayaan gabungan US$15,1 miliar, naik hampir sepertiga dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan kekayaan juga dialami pewaris tambang Angela Bennett, yang menjual 15% saham proyek bijih besi di Australia Barat kepada raksasa Jepang, Mitsui, senilai US$2 miliar pada Desember. 

Keponakannya, Alexandra Burt dan Leonie Baldock, turut menikmati kenaikan harta setelah melepas kepemilikan di proyek yang sama.

Sementara itu, tiga pendiri jaringan apotek Chemist Warehouse, Jack dan Sam Gance bersama mitra bisnis mereka Mario Verrocchi, melompat di daftar orang terkaya setelah perusahaan mereka bergabung dengan Sigma Healthcare yang tercatat di ASX. 

Merger tersebut membuat kekayaan mereka masing-masing melonjak hingga tiga kali lipat, menjadi US$ 6,9 miliar dan US$ 5,9 miliar.

Baca Juga: Ini 7 Pola Pikir Orang Kaya yang Bisa Mengubah Hidup Anda

Di sisi lain, 16 orang dalam daftar justru mengalami penurunan kekayaan. Penurunan terbesar dialami pendiri Atlassian, Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar, akibat tekanan persaingan yang menekan harga saham perusahaan. 

Keduanya kini berada di peringkat keenam dan ketujuh dengan kekayaan masing-masing US$ 10 miliar dan US$ 9,7 miliar, turun tiga peringkat dari tahun lalu.

Daftar tahun ini juga diramaikan tiga pendatang baru. Dennis Bastas, pendiri perusahaan kesehatan dan kecantikan DBG Health, masuk dengan kekayaan US$3,6 miliar setelah menjual 21% saham ke investor private equity. 

Nama lain adalah Robin Khuda, pendiri operator pusat data AirTrunk, yang perusahaannya diakuisisi Blackstone pada akhir 2024 dengan valuasi US$16 miliar. 

Baca Juga: Dana Abadi Australia Tembus US$166 Miliar, Pangkas Portofolio AS

Selain itu, saudara Daniel dan William Roberts, pendiri perusahaan pembangun pusat data IREN, masuk daftar berkat lonjakan lebih dari lima kali lipat saham perusahaan yang tercatat di Nasdaq.

Adapun ambang batas kekayaan untuk masuk daftar 50 orang terkaya Australia tahun ini naik menjadi US$1,2 miliar, dari sebelumnya US$975 juta. Kenaikan batas ini membuat tiga orang harus keluar dari daftar.

Selanjutnya: Ramaphosa Telepon Putin, Afrika Selatan Dukung Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina

Menarik Dibaca: Daftar Negara dengan PPN Tertinggi Di Dunia dan Pengaruhnya ke Biaya Hidup




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×