kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Penjualan Ritel AS Stagnan: Ekonomi Terancam Melambat Jelang 2026


Selasa, 10 Februari 2026 / 20:56 WIB
Penjualan Ritel AS Stagnan: Ekonomi Terancam Melambat Jelang 2026
ILUSTRASI. Penjualan ritel AS di Desember 2025 tak berubah, menandakan perlambatan ekonomi. (Ken Ruinard/USA TODAY via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada bulan Desember, menempatkan pengeluaran konsumen dan perekonomian secara keseluruhan pada jalur pertumbuhan yang lebih lambat menjelang tahun baru.

Mengutip Reuters, Selasa (10/2/2026), angka penjualan ritel yang stagan bulan lalu mengikuti peningkatan 0,6% yang tidak direvisi pada bulan November, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan pada hari Selasa. 

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel, yang sebagian besar adalah barang dan tidak disesuaikan dengan inflasi.

Baca Juga: Pengadilan Jerman Menangkan Deutsche Telekom dalam Sengketa dengan Unit Meta

Biro Sensus masih mengejar ketertinggalan dalam rilis data setelah penundaan yang disebabkan oleh penutupan pemerintah tahun lalu.

Penjualan ritel tetap kuat meskipun konsumen pesimis terhadap perekonomian di tengah kenaikan harga akibat tarif dan melemahnya pasar tenaga kerja. Hal ini terjadi dengan mengorbankan tabungan, dengan tingkat tabungan turun ke level terendah tiga tahun sebesar 3,5% pada November dari 3,7% pada Oktober. 

Angka ini turun dari puncaknya sebesar 31,8% pada April 2020. Namun, kekayaan rumah tangga melonjak, didorong oleh reli pasar saham yang kuat dan harga rumah yang masih tinggi.

Penjualan ritel tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan jasa makanan turun 0,1% pada Desember setelah revisi ke bawah sebesar 0,2% pada November. 

Penjualan ritel inti ini paling erat kaitannya dengan komponen pengeluaran konsumen dari produk domestik bruto. Sebelumnya dilaporkan telah meningkat 0,4% pada November.

Baca Juga: Alphabet Tawarkan Obligasi Senilai US$ 20 Miliar untuk Danai Belanja AI

Penurunan pada bulan Desember dan revisi ke bawah pada data November dapat mendorong para ekonom untuk memangkas perkiraan mereka untuk pengeluaran konsumen dan PDB kuartal keempat.

Pengeluaran konsumen meningkat dengan pesat pada kuartal ketiga, mendorong sebagian besar laju pertumbuhan tahunan ekonomi sebesar 4,4% selama periode tersebut. Federal Reserve Atlanta memperkirakan PDB meningkat pada tingkat 4,2% pada kuartal keempat.

Pemerintah akan menerbitkan perkiraan awal PDB kuartal keempat 2025 pada minggu depan.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×