Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada bulan Desember, menempatkan pengeluaran konsumen dan perekonomian secara keseluruhan pada jalur pertumbuhan yang lebih lambat menjelang tahun baru.
Mengutip Reuters, Selasa (10/2/2026), angka penjualan ritel yang stagan bulan lalu mengikuti peningkatan 0,6% yang tidak direvisi pada bulan November, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan pada hari Selasa.
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penjualan ritel, yang sebagian besar adalah barang dan tidak disesuaikan dengan inflasi.
Baca Juga: Pengadilan Jerman Menangkan Deutsche Telekom dalam Sengketa dengan Unit Meta
Biro Sensus masih mengejar ketertinggalan dalam rilis data setelah penundaan yang disebabkan oleh penutupan pemerintah tahun lalu.
Penjualan ritel tetap kuat meskipun konsumen pesimis terhadap perekonomian di tengah kenaikan harga akibat tarif dan melemahnya pasar tenaga kerja. Hal ini terjadi dengan mengorbankan tabungan, dengan tingkat tabungan turun ke level terendah tiga tahun sebesar 3,5% pada November dari 3,7% pada Oktober.
Angka ini turun dari puncaknya sebesar 31,8% pada April 2020. Namun, kekayaan rumah tangga melonjak, didorong oleh reli pasar saham yang kuat dan harga rumah yang masih tinggi.
Penjualan ritel tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan jasa makanan turun 0,1% pada Desember setelah revisi ke bawah sebesar 0,2% pada November.
Penjualan ritel inti ini paling erat kaitannya dengan komponen pengeluaran konsumen dari produk domestik bruto. Sebelumnya dilaporkan telah meningkat 0,4% pada November.
Baca Juga: Alphabet Tawarkan Obligasi Senilai US$ 20 Miliar untuk Danai Belanja AI
Penurunan pada bulan Desember dan revisi ke bawah pada data November dapat mendorong para ekonom untuk memangkas perkiraan mereka untuk pengeluaran konsumen dan PDB kuartal keempat.
Pengeluaran konsumen meningkat dengan pesat pada kuartal ketiga, mendorong sebagian besar laju pertumbuhan tahunan ekonomi sebesar 4,4% selama periode tersebut. Federal Reserve Atlanta memperkirakan PDB meningkat pada tingkat 4,2% pada kuartal keempat.
Pemerintah akan menerbitkan perkiraan awal PDB kuartal keempat 2025 pada minggu depan.













