Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - AMSTERDAM/LONDON. Jerman, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya mengumumkan rencana untuk melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca pada hari Kamis (18/3/2021).
Langkah ini dilakukan setelah regulator Uni Eropa dan Inggris meningkatkan kepercayaan pada suntikan tersebut, dengan mengatakan bahwa manfaat AstraZeneca lebih besar daripada risikonya.
Melansir Reuters, adanya laporan mengenai kasus pembekuan darah otak yang langka telah mendorong lebih dari selusin negara untuk menangguhkan penggunaan suntikan ini. Kondisi tersebut menjadi tantangan terbaru atas ambisi AstraZeneca untuk memproduksi "vaksin untuk dunia".
European Medicines Agency (EMA) telah melakukan penyelidikan terhadap 30 kasus kelainan darah yang tidak biasa pasca penggunaan vaksin AstraZeneca. Hasilnya adalah bahwa manfaat vaksin dalam melindungi orang dari kematian atau rawat inap terkait virus corona lebih besar daripada kemungkinan risikonya.
Baca Juga: BPOM tegaskan belum rekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca, ini alasannya
Meski demikian, hasil penyelidikan juga menunjukkan, ada kaitan antara pembekuan darah di otak dan suntikan vaksin yang tidak bisa dikesampingkan secara definitif.
“Ini adalah vaksin yang aman dan efektif,” direktur EMA Emer Cooke mengatakan dalam sebuah pengarahan. "Jika itu saya, saya akan divaksinasi besok."
Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca mulai Jumat pagi. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pihaknya menangguhkan vaksin karena kehati-hatian adalah tindakan yang tepat sampai pengelompokan jenis trombosis yang sangat langka ini diperiksa.
Baca Juga: Kasus penggumpalan darah kecil, Kemenkes pastikan tetap gunakan vaksin AstraZeneca
Prancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin. Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan dia akan menerima suntikan AstraZeneca pada Jumat sore.
Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan Italia akan melakukan hal yang sama, dan prioritas pemerintahnya tetap untuk memvaksinasi warganya sebanyak dan secepat mungkin.
Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali penyuntikan vaksin AstraZeneca. Sementara Siprus, Latvia dan Lithuania mengatakan mereka akan memulai kembali pemberian vaksin.
Baca Juga: WHO rilis peringatan ini pasca RI dan 2 negara Eropa tangguhkan vaksin AstraZeneca
Banyak pemerintah mengatakan keputusan untuk menghentikan vaksinasi adalah karena kehati-hatian. Tetapi para ahli telah memperingatkan campur tangan politik dapat merusak kepercayaan publik terhadap vaksinasi karena pemerintah berjuang untuk menjinakkan varian virus yang lebih menular.
“Kami percaya bahwa, setelah keputusan hati-hati dari regulator, vaksinasi dapat dilanjutkan kembali di seluruh Eropa,” kata Direktur Medis AstraZeneca Ann Taylor dalam sebuah pernyataan.