kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Jerman: Iran tak boleh menyembunyikan kebenaran di balik kecelakaan pesawat Ukraina


Jumat, 10 Januari 2020 / 22:58 WIB
Jerman: Iran tak boleh menyembunyikan kebenaran di balik kecelakaan pesawat Ukraina
ILUSTRASI. Puing pesawat Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut Iran tidak boleh menyembunyikan penyebab kecelakaan maskapai Ukraina di dekat Teheran. Pasalnya hal ini akan berisiko memperburuk iklim ketidakpercayaan di kawasan tersebut.

Dilansir dari Reuters, Maas menggemakan sentimen beberapa menteri yang menuntut penyelidikan penuh dan transparan atas kecelakaan hari Rabu yang menewaskan semua 176 orang di dalam pesawat Ukraina International Airlines penerbangan ke Kiev dari Teheran.

Baca Juga: Setelah beri data, AS tawarkan bantuan penyelidikan pesawat jatuh ke Ukraina

“Sekarang penting untuk dijelaskan sepenuhnya. Ada sinyal positif Iran melibatkan negara lain dalam mengklarifikasi apa yang terjadi,” kata Maas.

“Hal ini tidak bisa disembunyikan di bawah meja. Jika itu terjadi maka itu akan menumbuhkan ketidakpercayaan baru dan itu adalah hal terakhir yang kita butuhkan sekarang," lanjutnya.

Kanada dan yang negara lainnya, mengutip temuan intelijen, mengatakan pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas oleh rudal Iran, yang kemungkinan secara tidak sengaja.

Baca Juga: Eropa khawatir konflik dengan AS bisa memacu Iran membuat senjata nuklir

Kejadian ini terjadi di tengah sasaran balik Irak ke Amerika Serikat. Namun Iran membantah Boeing 737-800 tersebut dijatuhkan oleh rudal.

"Sangat mungkin bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Iran," Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan kepada wartawan. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×