kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jerman terimbas devaluasi Yuan


Selasa, 25 Agustus 2015 / 09:55 WIB


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Hendra Gunawan

FRANKFRUT. Efek devaluasi yuan tak hanya berimbas pada negara berkembang. Jerman sebagai salah satu negara maju juga bakal kena pengaruh negatif atas aksi Pemerintah China tersebut.

Natascha Gewaltig, Direktur Ekonomi Eropa Action Economics UK Ltd di London seperti dikutip dari Bloomberg mengatakan, ekonomi Jerman akan kena efek langsung akibat aksi China. Maklum, China adalah mitra dagang terbesar ketiga Jerman. Padahal seiring langkah Pemerintah China mendevaluasi mata uang, membuat Jerman membatasi pembelian barang asing.

Luca de Meo, Kepala Penjualan Audi Volkswagen AG pun mengakui saat ini pasar China semakin menantang, apalagi ditambah dengan gejolak pasar saham China yang makin memburuk. Padahal dalam beberapa tahun terakhir pasar China menjadi kunci pertumbuhan manufaktur di Jerman.

Andreas Scheuere, ekonom Dekabank di Frankfrut menambahkan, pelemahan ekonomi di negara berkembang jauh lebih berbahaya sebab perusahaan di Jerman sangat aktif di pasar negara berkembang. Hanya satu hal yang masih menguntungkan Jerman. Yakni pelemahan harga minyak yang membuat inflasi hingga akhir tahun ini hanya di level 0,5%.




TERBARU

[X]
×