kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jika AS bersikeras beri sanksi, Kim Jong Un bisa batalkan ikrar denuklirisasi


Selasa, 01 Januari 2019 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemimpin Korea Utara Kim Jon Un secara mengejutkan kembali memperingatkan Amerika Serikat bahwa dirinya bisa membatalkan kesepakatan terkait denuklirisasi. Sebelumnya, pada Juni 2018 Kim dan Presiden Amerika Donald Trump telah bertemu untuk membahas denuklirisasi oleh Korea Utara.

Dilansir BBC, Selasa (1/1) peringatan Kim dinyatakanya dalam Pidato Awal Tahun di Pyongyang, Ibukota Korea Utara.

"Jika Amerika tidak bisa memegang janjinya di hadapan dunia dan bersikeras memberikan sanksi serta tekanan kepada republik kami. Kami tak punya pilihan lain, selain mengamankan kemakmuran dan kepentingan kami," kata Kim.

Kim juga menambahkan pihaknya memiliki komitmen untuk menghentikan nuklirisasi. Kim sendiri telah berikrar untuk tidak membuat, menggunakan, maupun menyebarluaskan senjata nuklir. Ia mengaku telah melakukan beberapa langkah terkait hal tersebut.

Kim juga menyatakan dirinya, dan Korea Utara siap untuk kembali bertemu dengan Presiden Trump kelak.

Sekadar informasi, Korea Utara memang jadi sasaran beberapa sanksi terkait program nuklir dan misil balistik oleh Dewan Keamanan Amerika.




TERBARU

[X]
×