kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

JPMorgan: Ekonomi China alami hard landing


Kamis, 15 Maret 2012 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas menunjukkan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (9/3/2021). ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Adrian Mowat, Chief Asian and Emerging Market Strategist JPMorgan Chase & Co menilai, perekonomian China sudah terjatuh tajam atau biasa disebut hard landing.

"Jika Anda melihat data ekonomi China, Anda tak akan berdebat mengenai hard landing. Saat ini, China sudah mengalami hard landing. Penjualan mobil menurun, produksi semen turun, produksi baja turun, saham-saham konstruksi juga turun. Hal ini tidak usah lagi diperdebatkan. Ini merupakan fakta," jelas Mowat.

Asal tahu saja, kemarin, indeks Shanghai Composite China turun 2,6%. Ini merupakan penurunan terbesar sejak 30 November lalu. Penurunan indeks acuan Negeri Panda itu terjadi setelah pernyataan Perdana Menteri Wen Jiabao yang menyatakan bahwa harga perumahan masih jauh di bawah level yang seharusnya.

Pernyataan Wen memicu kecemasan bahwa pemerintah China akan terus memberlakukan pelarangan pada pasar properti untuk beberapa periode ke depan meskipun hal tersebut mengancam pertumbuhan ekonomi China.

"Kondisi properti China harus menjadi perhatian banyak pihak. banyak yang berharap, pemerintah China dapat memperbaiki kondisi pasar perumahan China," jelas Mowat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×