kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

JPMorgan : Eropa akan resesi dan Yunani depresi akibat default


Senin, 26 September 2011 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Dyah Megasari,

NEW YORK. Pesimisme terhadap kondisi ekonomi Yunani terus dilontarkan oleh pelaku pasar. JPMorgan Chace & Co melihat, Yunani sebetulnya sudah bangkrut dan menunju depresi. Kegagalan tersebut menyebabkan kerusakan sistem ekonomi di seluruh kawasan Eropa. Hal ini diungkapkan oleh chief economist JPMorgan yaitu Bruce Kasman.

"Terdapat pelanggaran kontrak sosial yang dilakukan Yunani terhadap seluruh kawasan Eropa," ujar Kasman dalam diskusi panel Institut Keuangan Internasional di Washington. Menurutnya, Yunani telah bangkrut dan Eropa harus berurusan dengan hal itu. "Eropa belum datang untuk berdamai atas kondisi ini," tegas kasman.

Belum adanya koordinasi yang baik dan tanggapan secara sporadis antar kalangan elit politik kawasan membuat ketakutan yang amat sangat di pasar. Mereka juga dinilai tidak memiliki sarana untuk menangani masalah-masalah fiskal di daerah.

"Kurangnya kejelasan dalam memecahkan masalah Yunani telah memperburuk masalah. Eropa menghadapi resesi dan Yunani akan mengalami depresi," ujar Kasman.




TERBARU

[X]
×