kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.946   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

JPMorgan : Eropa akan resesi dan Yunani depresi akibat default


Senin, 26 September 2011 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

NEW YORK. Pesimisme terhadap kondisi ekonomi Yunani terus dilontarkan oleh pelaku pasar. JPMorgan Chace & Co melihat, Yunani sebetulnya sudah bangkrut dan menunju depresi. Kegagalan tersebut menyebabkan kerusakan sistem ekonomi di seluruh kawasan Eropa. Hal ini diungkapkan oleh chief economist JPMorgan yaitu Bruce Kasman.

"Terdapat pelanggaran kontrak sosial yang dilakukan Yunani terhadap seluruh kawasan Eropa," ujar Kasman dalam diskusi panel Institut Keuangan Internasional di Washington. Menurutnya, Yunani telah bangkrut dan Eropa harus berurusan dengan hal itu. "Eropa belum datang untuk berdamai atas kondisi ini," tegas kasman.

Belum adanya koordinasi yang baik dan tanggapan secara sporadis antar kalangan elit politik kawasan membuat ketakutan yang amat sangat di pasar. Mereka juga dinilai tidak memiliki sarana untuk menangani masalah-masalah fiskal di daerah.

"Kurangnya kejelasan dalam memecahkan masalah Yunani telah memperburuk masalah. Eropa menghadapi resesi dan Yunani akan mengalami depresi," ujar Kasman.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×