kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.081   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

JPMorgan : Eropa akan resesi dan Yunani depresi akibat default


Senin, 26 September 2011 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang karyawan menunjukkan kepingan emas di kantor Pegadaian Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (15/10/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/hp.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

NEW YORK. Pesimisme terhadap kondisi ekonomi Yunani terus dilontarkan oleh pelaku pasar. JPMorgan Chace & Co melihat, Yunani sebetulnya sudah bangkrut dan menunju depresi. Kegagalan tersebut menyebabkan kerusakan sistem ekonomi di seluruh kawasan Eropa. Hal ini diungkapkan oleh chief economist JPMorgan yaitu Bruce Kasman.

"Terdapat pelanggaran kontrak sosial yang dilakukan Yunani terhadap seluruh kawasan Eropa," ujar Kasman dalam diskusi panel Institut Keuangan Internasional di Washington. Menurutnya, Yunani telah bangkrut dan Eropa harus berurusan dengan hal itu. "Eropa belum datang untuk berdamai atas kondisi ini," tegas kasman.

Belum adanya koordinasi yang baik dan tanggapan secara sporadis antar kalangan elit politik kawasan membuat ketakutan yang amat sangat di pasar. Mereka juga dinilai tidak memiliki sarana untuk menangani masalah-masalah fiskal di daerah.

"Kurangnya kejelasan dalam memecahkan masalah Yunani telah memperburuk masalah. Eropa menghadapi resesi dan Yunani akan mengalami depresi," ujar Kasman.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×