kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Jumlah Pengunjung ke Singapura Cetak Rekor Terendah di Tahun 2021


Selasa, 25 Januari 2022 / 14:59 WIB
Jumlah Pengunjung ke Singapura Cetak Rekor Terendah di Tahun 2021
ILUSTRASI. Jumlah pengunjung ke Singapura catat rekor terendah di tahun 2021


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Jumlah kunjungan internasional ke Singapura pada tahun 2021 turun dan mencatat rekor kedatangan internasional terendah sejak Badan Pariwisata Singapura (STB) mulai mencatatnya di tahun 1970-an.

Walau begitu, otoritas pariwisata itu melihat sudah ada tanda-tanda pemulihan setelah pemerintah Singapura memperkenalkan sistem pengabaian karantina untuk pengunjung yang divaksinasi dan menawarkan voucher tunai.

Selasa (25/1), STB mengungkapkan, Singapura hanya memiliki 330.000 kedatangan internasional pada tahun 2021. Bahkan, jumlah itu kurang dari 2% dari jumlah pengunjung sebelum pandemi Covid-19 dimulai.

Pendapatan dari sektor tersebut diperkirakan hanya S$ 1,9 miliar atau setara US$ 1,41 miliar di tahun lalu. Ini juga salah satu pendapatan terendah dalam catatan STB.

Baca Juga: Kemenhub Siap Dukung Pembukaan Travel Bubble di Batam dan Bintan dengan Singapura

Sebagai perbandingan, di tahun 2019 silam, Singapura memiliki 19,1 juta pengunjung dan menghasilkan S$ 27,1 miliar.

Untuk sebagian besar tahun 2020 dan tahun lalu, Singapura dengan ketat mengontrol kedatangan ke negara tersebut dan mengharuskan mereka yang masuk untuk menjalani karantina selama dua minggu.

Namun, kini pemerintah Singapura sudah memperkenalkan keringanan karantina untuk pengunjung yang divaksinasi dari negara tertentu sejak September tahun lalu.

Berdasarkan data STB, China adalah sumber pengunjung utama ke Singapura, dengan 88.000 kedatangan antara Januari dan Desember 2021. Padahal di tahun 2019, jumlah pengunjung asal Negeri Tirai Bambu itu capai 3,6 juta.

Kebijakan ketat Covid-19 di China yang mencegah perjalanan ke luar negeri telah merugikan pariwisata secara global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×