kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Jumlah Peserta Sydney Marathon Rekor, Kontribusi ke Ekonomi Mengekor


Minggu, 31 Agustus 2025 / 22:05 WIB
Jumlah Peserta Sydney Marathon Rekor, Kontribusi ke Ekonomi Mengekor
ILUSTRASI. Usain Bolt Marathon


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Peserta lari Sydney Marathon mencapai 35.000 pelari. Jumlah ini menjadi rekor terbanyak sejak masuk dalam World Marathon Majors. Dampak positif juga terasa pada pariwisata dan ekonomi kota.

Sekitar 35.000 pelari ambil bagian dalam acara Sydney Marathon pada Minggu (31/8). Jumlah peserta lari ini menjadi rekor terbanyak sejak ajang ini menjadi bagian dari Abbott World Marathon Majors. 

Ajang lari yang prestisius selain Sydney di antaranya maraton London di Inggris, New York di Amerika Serikat, Tokyo di Jepang, Boston di Amerika Serikat, Berlin di Jerman, dan Chicago di Amerika Serikat. 

Baca Juga: Portofolio Pershing Square, Bill Ackman Fokus pada Tiga Saham Ini

Lari dengan jangkauan sejauh 42,2 kilometer ini melewati beberapa ikon kota Sydney, termasuk Jembatan Pelabuhan Sydney, kawasan pusat bisnis (CBD), Taman Centennial, dan berakhir megah di tangga Gedung Opera Sydney.

Di kategori elit, Hailemaryam Kiros Kebedew menjuarai lomba pria, sementara Sifan Hassan meraih kemenangan di kategori wanita. Maraton ini juga menghadirkan nama besar seperti Eliud Kipchoge dari Kenya, pemegang rekor dan menjadi orang pertama yang menempuh maraton di bawah dua jam. 

Partisipasi para atlet top menjadikan ajang ini disebut sebagai yang terkuat sejak Olimpiade Sydney 2000. Dalam kategori kursi roda, Marcel Hug dan Susannah Scaroni tampil sebagai pemenang di kategori pria dan wanita.

Masuknya Sydney dalam seri World Marathon Majors menjadi perubahan penting dan positif bagi kota ini. Menurut pemerintah negara bagian New South Wales, partisipasi melonjak dari 5.000 peserta pada 2022 menjadi 25.000 tahun lalu, dan kini mencapai 35.000. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat global terhadap ajang lari tersebut.

Baca Juga: September Effect: Ancaman Bitcoin atau Peluang Beli?

Beberapa proyeksi menyebutkan, status baru ini dapat meningkatkan pengeluaran wisatawan hingga A$ 73 juta, atau sekitar Rp 783,95 miliar, di New South Wales selama tiga tahun ke depan. Sebagai perbandingan, menurut laporan penyelenggara, New York Marathon diperkirakan memberikan kontribusi ekonomi sebesar US$ 427 juta pada tahun 2019.

Wisata olahraga kini menjadi pasar baru bagi ekonomi, dengan nilai triliuan dollar AS. Popularitas olahraga lari maraton ini juga menjadi bagian dari tren global meningkatnya minat terhadap wisata olahraga, yaitu perjalanan untuk menonton atau berpartisipasi dalam ajang olahraga. 

Menurut laporan dari World Economic Forum, pasar wisata olahraga diperkirakan akan mencapai nilai lebih dari US$ 1,7 triliun pada tahun 2032. Nilai ini melonjak dari US$ 609 miliar pada tahun 2023. 

Selanjutnya: September Effect: Ancaman Bitcoin atau Peluang Beli?

Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September




TERBARU

[X]
×