Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bill Ackman adalah salah satu manajer investasi yang paling banyak diikuti di Wall Street. Hedge fund miliknya, Pershing Square Capital Management hanya memegang beberapa posisi, dan ia biasanya memegang posisi tersebut untuk jangka panjang.
Ackman seringkali terbuka dengan pergerakan terbesar dalam portofolionya. Ia biasanya akan mengungkapkan perdagangan baru melalui akun media sosialnya atau pembaruan bulanan kepada investor hedge fund miliknya.
Namun, laporan triwulanan 13F Pershing Square kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dapat memberikan akuntansi lengkap atas portofolio Pershing Square Capital yang terdiri dari saham-saham AS yang diperdagangkan secara publik.
Seperti dikutip Yahoo Finance pada Minggu (31/8), Ackman melakukan beberapa pergerakan besar pada kuartal terakhir, dan sekarang memegang sekitar 58% portofolio hanya di tiga perusahaan.
Baca Juga: Bill Ackman Kritik Strategi Diversifikasi dalam Berinvestasi Saham, Ini Alasannya
Pertama di Uber sebesar 20,6%. Ackman melakukan investasi besar-besaran di Uber Technologies pada awal tahun 2025. Ia mengakumulasi 30,3 juta saham untuk Pershing Square. Hal itu langsung menjadikan saham tersebut sebagai posisi terbesar hedge fund, dan terus bertambah besar sejak saat itu. Saham Uber telah naik 57% sejauh ini di tahun 2025.
Kedua, pada saham Brookfield Corporation sebesar 17,5%. Kepemilikan di saham ini terus bertambah setiap kuartal sejak pembelian awal Pershing Square pada kuartal kedua tahun 2024. Akibatnya, saham tersebut kini menjadi posisi terbesar kedua hedge fund tersebut.
Ketiga Alphabet sebesar 17,9%. Ackman pertama kali membeli saham Alphabet pada awal tahun 2023, tak lama setelah peluncuran ChatGPT dari OpenAI. Meskipun banyak yang menganggap pertumbuhan AI generatif sebagai ancaman besar bagi Google milik Alphabet, Ackman berpendapat bahwa pasar bereaksi berlebihan, sehingga menawarkan harga murah untuk saham tersebut.
Meskipun ia sedikit memangkas posisi tersebut pada tahun 2024, ia menambahkannya kembali pada dua kuartal pertama tahun 2025, dengan lebih memilih saham Kelas A (yang disertai hak suara).