Kabar Baik dari WHO: Tingkat Keparahan COVID-19 akan Berkurang Seiring Waktu

Kamis, 31 Maret 2022 | 05:30 WIB Sumber: Reuters
Kabar Baik dari WHO: Tingkat Keparahan COVID-19 akan Berkurang Seiring Waktu

ILUSTRASI. WHO menjabarkan tiga kemungkinan skenario bagaimana pandemi akan berkembang tahun ini. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu (30/3/2022) merilis rencana terbaru untuk COVID-19. WHO menjabarkan tiga kemungkinan skenario bagaimana pandemi akan berkembang tahun ini.

"Berdasarkan apa yang kita ketahui sekarang, skenario yang paling mungkin adalah bahwa virus COVID-19 terus berkembang, tetapi tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya berkurang seiring waktu karena kekebalan meningkat karena vaksinasi dan infeksi," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti yang dikutip Reuters.

Namun, kepala WHO memperingatkan bahwa lonjakan berkala dalam kasus dan kematian dapat terjadi ketika kekebalan berkurang. Menurutnya, kemungkinan diperlukan peningkatan kekebalan secara berkala untuk populasi yang rentan.

Tedros juga berbicara tentang dua skenario potensial lainnya. Skenario kedua, varian yang lebih ringan akan muncul dan booster atau formulasi vaksin baru tidak akan diperlukan.

Baca Juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 Melonjak Tinggi, Ini Penyebabnya Menurut WHO

Adapun skenario yang ketiga, varian yang lebih ganas akan muncul dan perlindungan dari vaksinasi atau infeksi sebelumnya akan berkurang dengan cepat.

Rencana Kesiapsiagaan, Kesiapan, dan Respons Strategis yang diperbarui menetapkan penyesuaian strategis yang perlu dilakukan setiap negara untuk mengatasi pendorong penularan SARS-CoV-2, mengurangi dampak COVID, dan mengakhiri keadaan darurat global.

Baca Juga: Lebih Menular, Subvarian Omicron BA.2 Bikin Kasus Covid-19 di Luar Negeri Melonjak

Ini adalah Rencana Kesiapsiagaan, Kesiapan, dan Respons Strategis ketiga yang dirilis oleh WHO dan kemungkinan akan menjadi yang terakhir, kata Tedros.

Laporan pertama dirilis pada Februari 2020, pada awal pandemi.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru