Kabar baik! Vaksin corona yang dikembangkan Pfizer 90% efektif mencegah virus corona

Senin, 09 November 2020 | 21:01 WIB Sumber: Reuters
Kabar baik! Vaksin corona yang dikembangkan Pfizer 90% efektif mencegah virus corona

ILUSTRASI. Pfizer menyebutkan, vaksin eksperimentalnya lebih dari 90% efektif dalam mencegah virus corona berdasarkan data awal.


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kabar menggembirakan. Produsen obat, Pfizer menyebutkan, vaksin eksperimentalnya lebih dari 90% efektif dalam mencegah virus corona berdasarkan data awal dari sebuah penelitian besar.

Ini menjadi kemenangan besar dalam perang melawan pandemi corona yang telah menewaskan lebih dari 1 juta orang dan membuat ekonomi dunia bergejolak.

Reuters melaporkan, Pfizer dan mitranya asal Jerman BioNTech SE adalah perusahaan farmasi pertama yang menunjukkan data sukses dari uji klinis berskala besar dari vaksin virus corona.

Pfizer menyatakan, sejauh ini mereka tidak menemukan masalah keamanan yang serius dan berharap untuk mencari otorisasi penggunaan darurat di Amerika Serikat (AS) akhir bulan ini.

Baca Juga: Pemerintah prioritaskan pengadaan vaksin Covid-19 sampai akhir tahun

Jika diizinkan, jumlah dosis vaksin awalnya akan dibatasi. Banyak pertanyaan juga tetap ada termasuk berapa lama vaksin akan memberikan perlindungan.

Namun berita tersebut memberikan harapan bahwa vaksin lain yang sedang dikembangkan untuk melawan virus corona baru juga terbukti efektif.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi sains dan kemanusiaan,” kata Albert Bourla, ketua dan kepala eksekutif Pfizer, dalam sebuah pernyataan.

"Kami mencapai tonggak penting dalam program pengembangan vaksin kami pada saat dunia paling membutuhkannya dengan tingkat infeksi yang membuat rekor baru, rumah sakit yang hampir kelebihan kapasitas dan ekonomi berjuang untuk membuka kembali," ujarnya lagi seperti dikutip Reuters.

Pfizer mengharapkan untuk mengupayakan otorisasi penggunaan darurat AS yang luas dari vaksin tersebut untuk orang-orang yang berusia 16 tahun hingga 85 tahun.

Untuk melakukannya, Pfizer perlu mengumpulkan data keamanan selama dua bulan dari sekitar setengah dari sekitar 44.000 peserta studi, yang diharapkan pada selesai akhir November.

“Saya hampir gembira,” kata Bill Gruber, salah satu ilmuwan vaksin top Pfizer, dalam sebuah wawancara. “Ini adalah hari yang baik untuk kesehatan masyarakat dan untuk potensi mengeluarkan kita semua dari keadaan yang kita hadapi saat ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Penjelasan Bos Bio Farma soal uji klinis vaksin Covid-19

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru