kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

90 Boeing Dibeli Vietnam, Ada Apa di Balik Mega Transaksi Ini?


Kamis, 19 Februari 2026 / 18:00 WIB
90 Boeing Dibeli Vietnam, Ada Apa di Balik Mega Transaksi Ini?
ILUSTRASI. BOEING (REUTERS/Robert Sorbo)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - HANOI. Tiga maskapai Vietnam memborong total 90 pesawat dari raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, Boeing, dalam kesepakatan bernilai puluhan miliar dolar AS. Transaksi jumbo ini terjadi di tengah negosiasi dagang baru antara Vietnam dan Amerika Serikat, sekaligus memberi sinyal kuat arah diplomasi ekonomi Hanoi.

Penandatanganan dilakukan saat Kepala Partai Komunis Vietnam To Lam melakukan kunjungan ke AS untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace inisiatif yang digagas Presiden Donald Trump. Momentum politik tersebut mempertegas bahwa transaksi pesawat tak sekadar urusan bisnis, tetapi juga bagian dari strategi meredam friksi dagang.

Melansir Bloomberg (19/2), maskapai pelat merah Vietnam Airlines meneken kontrak US$ 8,1 miliar untuk membeli 50 unit Boeing 737-8 berbadan sempit. Pengiriman dijadwalkan pada 2030–2032, yang akan mendorong total armada menjadi sekitar 151 pesawat pada 2030. Di saat bersamaan, maskapai ini masih membuka pembicaraan tambahan untuk 30 pesawat berbadan lebar senilai hingga US$ 12 miliar sebuah rencana ekspansi agresif yang sarat kebutuhan pembiayaan jangka panjang.

Pemain baru Sun PhuQuoc Airway  juga tak kalah ambisius. Maskapai ini memesan 40 unit 787-9 Dreamliner dengan nilai US$ 22,5 miliar. Sementara maskapai berbiaya rendah Vietjet mengamankan pembiayaan US$ 965 juta dari Griffin Global Asset Management untuk enam unit 737-8.

Di balik euforia ekspansi, ada pesan dagang yang lebih besar. Awal bulan ini, Vietnam menyatakan siap meningkatkan pembelian produk asal AS setelah Gedung Putih memastikan tarif 20% tetap dikenakan pada sebagian besar barang Vietnam, meski sebagian bea dicabut. Artinya, pembelian pesawat bisa dibaca sebagai instrumen penyeimbang neraca dagang sekaligus upaya menjaga akses pasar AS.

Bagi Boeing, kontrak ini menjadi amunisi penting di tengah persaingan ketat dan tekanan industri global. Bagi Vietnam, langkah ini memperkuat posisi sebagai hub penerbangan regional, namun juga menambah eksposur utang dan risiko permintaan jangka panjang.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×