kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.955
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Kalahkan China, Jepang rajai proyek infrastruktur di Asia Tenggara


Senin, 24 Juni 2019 / 19:11 WIB

Kalahkan China, Jepang rajai proyek infrastruktur di Asia Tenggara
ILUSTRASI. Properti kota Tokyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang merajai proyek infrastruktur di Asia Tenggara mengalahkan China. Dengan jumlah proyek-proyek yang masih ditanggungnya bernilai satu setengah kali dari saingannya, menurut data terbaru Fitch Solutions.

Bloomberg, Minggu (23/6) melaporkan proyek yang didukung Jepang antara lain berasal dari enam negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Nilai proyek dari enam negara tersebut mencapai US$ 367 miliar, atau lebih tinggi dari China yang sebesar US$ 255 miliar.


Angka-angka tersebut menunjukkan kebutuhan akan pembangunan infrastruktur di Asia Tenggara tinggi. Jepang masih mendominasi proyek di ASEAN, meski Presiden China Xi Jinping telah mendorong pembelanjaan kereta api dan pelabuhan melalui program Belt and Road Initiative.

Angka-angka Fitch terbaru, hanya menghitung proyek yang tertunda yang masih tahap perencanaan, studi kelayakan, tender yang saat ini sedang dibangun. Data Fitch pada Februari 2018 menempatkan investasi Jepang US$ 230 miliar, sedangkan Cina US$ 155 miliar.

Sejauh ini, Vietnam adalah negara terbesar yang dilibatkan untuk proyek infrastruktur Jepang, dengan nilai proyek mencapai US$ 209 miliar atau lebih dari setengah total Jepang. Di antaranya, termasuk proyek kereta cepat senilai US$ 58,7 miliar yang menghubungkan kota Hanoi dan Ho Chi Minh.

Sementara proyek terbesar China adalah Indonesia. Nilai proyek China yang berjalan di Indonesia mencapai US$ 93 miliar, atau 36% dari total proyek keseluruhan. Proyek besar itu berupa pembangkit listrik tenaga air di sungai Kayan, Kalimantan sebesar US$ 17,8 miliar.

Jika dilihat dari jumlah proyek di Asia Tenggara, Jepang juga tetap mendominasi meski dengan margin yang lebih kecil. Sampai saat ini, 240 perusahaan infrastruktur mendapat dukungan Jepang, sedangkan China sebanyak 210 perusahaan yang berasal dari 10 negara di Asia Tenggara.


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0538 || diagnostic_web = 0.3043

Close [X]
×