kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45868,39   -1,11   -0.13%
  • EMAS947.000 1,07%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kanada mencatat kasus kedua pembekuan darah langka pasca disuntik vaksin AstraZeneca


Minggu, 18 April 2021 / 06:35 WIB
Kanada mencatat kasus kedua pembekuan darah langka pasca disuntik vaksin AstraZeneca


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - OTTAWA. Kanada melaporkan kasus kedua pembekuan darah langka dengan trombosit rendah setelah vaksinasi dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca selama sepekan, sementara itu, penggunaan vaksin ini masih direkomendasikan.

Mengutip Reuters, Minggu (18/4), Kementerian Kesehatan Kanada dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, orang yang mengalami kejadian yang sangat langka itu telah dirawat dan sedang dalam pemulihan. Orang tersebut tinggal di provinsi Alberta.

Pernyataan itu juga menegaskan, berdasarkan bukti yang tersedia, Kanada masih menyatakan bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada potensi risikonya.

Otoritas kesehatan Kanada "akan terus memantau penggunaan semua vaksin Covid-19 dengan cermat dan memeriksa serta menilai setiap masalah keamanan baru," kata pernyataan itu.

Baca Juga: Negara-negara ini akan kembali gunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca

Kanada melaporkan kasus pembekuan darah pertama yang terkait dengan vaksin pada hari Selasa, dan sehari kemudian, setelah peninjauan, otoritas kesehatan mengatakan mereka tidak akan membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca.

Secara terpisah, sebelumnya, Dewan Penasihat merekomendasikan Kanada untuk berhenti menawarkan vaksin kepada orang-orang yang berusia di bawah 55 tahun. Panel tersebut sedang dalam proses meninjau sarannya.

Kanada telah meningkatkan kampanye vaksinasi, tetapi persentase populasinya masih lebih kecil daripada negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Di tengah gelombang infeksi ketiga yang melonjak, Ontario, provinsi terpadat di Kanada, mengumumkan pembatasan kesehatan masyarakat baru pada hari Jumat, termasuk menutup perbatasan provinsi untuk pelancong domestik.

Selanjutnya: Penelitian baru temukan Covid-19 bisa membekukan darah

 




TERBARU

[X]
×