Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Otoritas maritim Malaysia meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap 14 orang yang hilang setelah sebuah kapal yang diduga mengangkut migran ilegal asal Indonesia tenggelam di lepas pantai barat Malaysia pada Selasa (12/5/2026).
Direktur Maritim Negara Bagian Perak Mohamad Shukri Khotob mengatakan, seorang nelayan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang setelah menemukan korban terapung di perairan sekitar Pulau Pangkor.
Baca Juga: Kondisi Kesehatan Donald Trump Dipantau Publik, Pemeriksaan Fisik Digelar 26 Mei
Sebuah kapal nelayan lokal kemudian berhasil menyelamatkan 23 warga negara Indonesia (WNI), termasuk tujuh perempuan.
Seluruh korban selamat selanjutnya dibawa ke dermaga polisi maritim untuk proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan penyelidikan awal, kapal yang tenggelam tersebut membawa sekitar 37 penumpang dan berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026.
Para penumpang diketahui hendak menuju sejumlah wilayah di Malaysia, termasuk Kuala Lumpur dan Pulau Penang.
“Sampai saat ini korban lainnya masih belum ditemukan dan operasi pencarian terus dilakukan,” ujar Mohamad Shukri.
Kecelakaan laut di jalur perairan antara Indonesia dan Malaysia memang kerap terjadi, terutama melibatkan kapal yang mengangkut pekerja migran secara ilegal.
Baca Juga: Alphabet Siapkan Obligasi Yen Perdana untuk Danai Investasi AI
Banyak kapal dilaporkan beroperasi dengan kapasitas berlebih saat mengangkut pekerja menuju perkebunan dan pabrik di Malaysia.
Kelompok pegiat migran memperkirakan sekitar 100.000 hingga 200.000 warga Indonesia menempuh perjalanan berisiko tersebut setiap tahun.
Sebagian besar disebut direkrut oleh jaringan perdagangan manusia dan rentan mengalami eksploitasi setibanya di Malaysia.













