kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Kapal perang AS tiba di Selat Taiwan seminggu pasca intimidasi militer terbesar China


Rabu, 23 Juni 2021 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi kapal perang AS.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Sebuah kapal perang AS kembali berlayar melalui jalur air sensitif yang memisahkan Taiwan dari China. Aksi ini hanya berselang seminggu setelah Taiwan melaporkan serangan intimidasi terbesar di negaranya oleh jet angkatan udara China di zona pertahanan udara Taiwan.

Melansir Reuters, armada ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan, kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Curtis Wilbur melakukan “transit rutin Selat Taiwan” pada hari Selasa sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” demikian pernyataan armada AS.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal telah berlayar ke arah utara melalui selat dan situasinya normal seperti biasa.

Baca Juga: Inilah 10 negara dengan kekuatan angkatan udara terkuat di dunia

Kapal yang sama transit di selat itu sebulan yang lalu, sehingga mendorong China menuding Amerika Serikat mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Misi terbaru datang sekitar seminggu setelah Taiwan melaporkan 28 pesawat angkatan udara China, termasuk pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Insiden itu menyusul dirilisnya pernyataan bersama para pemimpin Kelompok Tujuh yang menyudutkan China atas serangkaian masalah dan menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari China yang memandangnya sebagai "fitnah".

Baca Juga: Tegang! 28 pesawat tempur China masuk zona pertahanan Taiwan

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi merupakan pendukung internasional terpenting dan penjual senjata utama ke negara tersebut.

Ketegangan militer antara Taiwan dan Beijing telah meningkat selama setahun terakhir, di mana Taipei mengeluhkan China berulang kali mengirim angkatan udaranya ke zona pertahanan udara Taiwan.

China mengatakan, kegiatannya di sekitar Taiwan bertujuan untuk melindungi kedaulatan China dan menghalangi pasukan asing. Pemerintah Taiwan mengecamnya sebagai upaya intimidasi.

Selanjutnya: China tuding G7 melakukan manipulasi politik




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×