kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.157   48,62   0,80%
  • KOMPAS100 813   12,01   1,50%
  • LQ45 621   12,66   2,08%
  • ISSI 211   -0,15   -0,07%
  • IDX30 351   7,54   2,20%
  • IDXHIDIV20 438   9,87   2,30%
  • IDX80 93   1,39   1,52%
  • IDXV30 118   0,95   0,81%
  • IDXQ30 113   2,66   2,41%

Kapal perusak Amerika di Selat Taiwan, China siap tanggapi segala ancaman


Sabtu, 27 Februari 2021 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Curtis Wilbur. Foto: Spesialis Komunikasi Massa Kelas 1 Benjamin Dobbs/Armada Ke-7 Angkatan Laut AS


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kembali berlayar di Selat Taiwan. China pun merespons dengan mengirim kapal perang dan pesawat tempur untuk memantau.

"USS Curtis Wilbur berlayar melalui Selat Taiwan pada 24 Februari. China dengan tegas menentangnya," kata Kolonel Senior Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.

PLA langsung mengirim kapal perang Angkatan Laut dan pesawat tempur Angkatan Udara untuk melakukan pelacakan dan pemantauan terhadap seluruh proses dari kapal perusak AS itu.

Zhang menegaskan, langkah AS tersebut secara artifisial meningkatkan faktor risiko di Selat Taiwan, dan dengan sengaja merusak perdamaian juga stabilitas kawasan.

Baca Juga: Respons Amerika, 10 pembom China gelar latihan serangan rudal dengan target maritim

"Pasukan Komando Teater Timur PLA tetap waspada sepanjang waktu dan siap menanggapi segala ancaman dan provokasi," tegasnya dalam pernyataan di laman Kementerian Pertahanan China.

Armada Ke-7 Angkatan Laut AS menyebutkan, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Curtis Wilbur melakukan transit rutin di Selat Taiwan sesuai dengan hukum internasional. 

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Armada Ke-7 Angkatan Laut AS dalam pernyataan di situs resminya. 

"Militer Amerika Serikat akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana saja yang diizinkan oleh hukum internasional," imbuh Armada Ke-7 Angkatan Laut AS.

Selanjutnya: Ekonomi pulih, China bakal memperbesar anggaran militer tahun ini




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×