kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Kapal tanker pengangkut minyak Iran tiba di Venezuela, AS pertimbangkan sanksi


Senin, 25 Mei 2020 / 05:50 WIB
Kapal tanker pengangkut minyak Iran tiba di Venezuela, AS pertimbangkan sanksi
ILUSTRASI. Lima kapal tanker Iran yang membawa bahan bakar ke Venezuela yang sedang kekurangan bensin mulai tiba di negeri itu.

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SAN CRISTOBAL. Lima kapal tanker Iran yang membawa bahan bakar ke Venezuela yang sedang kekurangan bensin tiba di salah satu pelabuhan PDVSA, perusahaan minyak yang dikelola pemerintah Venezuela pada Minggu (24/5). Kapal tanker Iran tersebut dikawal militer Venezuela.

Reuters melaporkan, Iran menyediakan 1,53 juta barel bensin dan komponen kepada Venezuela dalam langkah yang dikritik oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) karena kedua negara dikenai sanksi.

Pemerintahan Donald Trump mengatakan awal bulan ini bahwa pihaknya mempertimbangkan "langkah-langkah" yang bisa diambil sebagai tanggapan atas pengiriman minyak Iran ke Venezuela tersebut, tanpa memberikan rincian.

Baca Juga: Direcoki Amerika Serikat, militer Venezuela akan kawal kapal tanker Iran

Bensin sangat dibutuhkan di Venezuela karena jaringan penyulingannya yang telah beroperasi tahun ini hanya mampu memproduksi sekitar 10% dari kapasitas 1,3 juta barel per hari. Ini memaksa Venezuela bergantung pada impor minyak di tengah sanksi AS yang membatasi sumber dan jenis bahan bakar.

Tanker Fortune dijadwalkan tiba di pelabuhan El Palito PDVSA, sebuah fasilitas yang dekat dengan ibukota negara itu. Kapal tanker kedua, Forest memasuki laut Karibia pada Sabtu sore, dan tiga kapal yang tersisa melintasi Atlantik.

PDVSA tidak segera menjawab permintaan komentar tentang rencana lebih lanjut setelah menerima pasokan minyak dari Iran.

Washington terus meningkatkan sanksi terhadap PDVSA sebagai bagian dari upayanya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro, seorang sosialis yang telah membuat keruntuhan ekonomi Venezuela dalam enam tahun tahun terakhir.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump pada Minggu (24/5) mengatakan, kedatangan bahan bakar dari Iran akan berlangsung hanya beberapa minggu, dan kemungkinan hanya akan menguntungkan pasukan keamanan dan "orang-orang yang memiliki koneksi."

"Sebentar lagi kebanyakan orang akan bertanya-tanya ke mana perginya dan mengapa mereka tidak bisa mendapatkannya," kata pejabat itu.
Iklan

Pejabat itu menolak mengomentari apa tanggapan AS yang sedang dipertimbangkan, jika ada.

Presiden Iran Hassan Rouhani sudah memperingatkan akan ada pembalasan jika Washington menyebabkan masalah bagi para tanker Iran.

Kedua negara anggota OPEC itu sebelumnya telah saling membantu dalam menghadapi sanksi ekonomiAS. Pada 2010-2011, PDVSA mengirim bahan bakar ke Iran, yang berada di bawah sanksi yang bertujuan untuk menghentikan program nuklirnya.

Departemen Keuangan AS awal bulan ini memberlakukan sanksi terhadap sebuah perusahaan China karena melakukan bisnis dengan perusahaan Iran, yang mengangkut suku cadang ke Venezuela dalam lebih dari selusin penerbangan awal tahun ini.

Baca Juga: Berbisnis dengan Iran, AS jatuhkan sanksi ke perusahaan logistik China




TERBARU

[X]
×