kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Kasus baru virus corona di China kembali mendaki dua hari berturut-turut, tapi...


Jumat, 06 Maret 2020 / 15:56 WIB
Kasus baru virus corona di China kembali mendaki dua hari berturut-turut, tapi...
ILUSTRASI. Seorang pria yang mengenakan masker wajah mengendarai skuter melalui sebuah persimpangan di Wuhan, pusat wabah virus corona baru, Provinsi Hubei, Cina 3 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

China memang masih menjadi negara dengan kasus dan kematian terbanyak. Tapi, infeksi Covid-19 sekarang meningkat lebih cepat di luar negeri, dengan Korea Selatan, Iran dan Italia muncul sebagai hotspot utama.

Baca Juga: Duh, anak-anak punya risiko yang sama besar dengan orang dewasa untuk tertular corona

Seiring penyebaran virus corona yang menggila di luar negeri, semakin banyak pula kasus impor di Tiongkok yang berasal warga negara mereka yang melancong ke luar negeri.

Pihak berwenang di Beijing, Shanghai, dan Guangdong bakal mengarantina para pelancong dari negara-negara yang paling terpapar virus corona, yakni Korea Selatan, Jepang, Iran, dan Italia.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 30 kematian lagi akibat wabah virus corona pada Jumat. Total, sebanyak 3.042 orang meninggal karena penyakit itu di Tiongkok.

Baca Juga: Selain di Kota Wuhan, tak ada kasus corona baru di Provinsi Hubei

Lebih dari 80.500 orang kini terinfeksi di China, yang telah memberlakukan serangkaian langkah dramatis untuk menahan penyebaran virus corona di luar pusat wabah, Provinsi Hubei.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×