kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kasus corona meningkat di Vietnam, Hanoi kekurangan alat rapid test


Selasa, 04 Agustus 2020 / 16:57 WIB
Kasus corona meningkat di Vietnam, Hanoi kekurangan alat rapid test
ILUSTRASI. Seorang pria mengendarai sepeda membawa anak-anaknya melewati sebuah jalan di tengah mewabahnya virus corona (COVID-19), di Hanoi

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - HANOI. Vietnam melaporkan 10 infeksi Covid-19 baru dan dua kematian pada Selasa (4/8), dan menjadikan total kasus corona di negara itu bertambah menjadi 652 orang dengan delapan orang meninggal dunia lantaran ibukota Vietnam, Hanoi mengatakan mereka kekurangan peralatan rapid test untuk mencegah wabah baru.

Mengutip Reuters, Selasa (4/8), pengujian yang ditargetkan dan karantina yang ketat membantu Vietnam mengatasi wabah sebelumnya.Tapi kini Vietnam tengah memerangi sejumlah infeksi baru setelah melewati lebih dari tiga bulan tanpa mendeteksi adanya transmisi domestik.

Baca Juga: Tak hanya melindungi dari corona, masker wajah pintar ini bisa menerjemahkan bahasa

Wabah baru telah menginfeksi lebih dari 200 orang sejak 25 Juli, mayoritas di pusat kota Danang, tetapi telah menyebar ke setidaknya delapan kota dan provinsi lain, termasuk Hanoi dan Ho Chi Minh City, di mana tempat hiburan ditutup dan kegiatan yang mengumpulkan orang dilarang untuk mencegah infeksi.

Danang dan Buon Ma Thuot di Dataran Tinggi Tengah penghasil kopi telah dilockdown. 

Seorang juru bicara pemerintah pada hari Senin mengatakan Vietnam tidak merencanakan lockdown secara nasional.

Lebih dari 88.000 orang telah kembali ke Hanoi dari Danang sejak 8 Juli, tetapi hanya 70.689 yang diuji, kata Kementerian Kesehatan. Dari jumlah itu, hanya dua yang positif.

Kesenjangan ini disebabkan oleh kurangnya alat rapid test yang digunakan untuk melakukan screening ribuan penduduk sekaligus, menurut media pemerintah.

Kementerian Kesehatan mengatakan akan menugaskan lembaga medis dan rumah sakit Hanoi untuk meningkatkan kapasitas pengujian.

Alat rapid test, yang dapat mendiagnosis sampel darah dalam hitungan menit tetapi tidak terlalu akurat, digunakan untuk mengidentifikasi kasus yang berpotensi positif yang kemudian dikonfirmasi dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang lebih akurat dan berbasis swab.

Phan Quoc Viet, Chairman pabrikan test kit Viet A Corp, mengatakan dia tidak khawatir dengan stok.

Baca Juga: 99 hari tanpa kasus lokal, Vietnam kini dihantui kasus kematian corona

"Vietnam tidak kekurangan (pasokan test kit)," kata Viet kepada Reuters. 

"Kami memiliki cukup untuk dua juta tes PCR dan bersedia memberikan kit yang cukup bagi negara untuk melakukan program pengujian yang luas."



TERBARU

[X]
×