kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Boeing Klaim Lonjakan Kualitas Rantai Pasok, Jam Perbaikan Turun 40%


Kamis, 12 Februari 2026 / 08:25 WIB
Boeing Klaim Lonjakan Kualitas Rantai Pasok, Jam Perbaikan Turun 40%
ILUSTRASI. Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) Boeing (REUTERS/Benoit Tessier)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Boeing menyatakan telah mencatat peningkatan kualitas yang signifikan dalam rantai pasok pesawat komersialnya selama dua tahun terakhir.

Ihssane Mounir, Senior Vice President Global Supply Chain and Fabrication Boeing, mengatakan perusahaan kini menghabiskan 40% lebih sedikit waktu untuk memperbaiki masalah yang berasal dari pemasok dibandingkan 2024.

Baca Juga: Israel Gabung “Board of Peace” Inisiatif Trump, Netanyahu Teken Aksesi di Washington

“Perbaikan kualitasnya sangat besar,” ujar Mounir dalam konferensi pemasok Pacific Northwest Aerospace Alliance (PNAA) di luar Seattle, Rabu (11/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa cacat produksi dari Spirit AeroSystems, pemasok badan pesawat 737 serta struktur untuk model Boeing lainnya turun 60% sejak Boeing memperketat inspeksi kualitas di perusahaan tersebut pada 2024.

Spirit sebelumnya menjadi sorotan setelah membuat dan memasang door plug pada 737 MAX yang terlepas di udara dalam penerbangan Alaska Airlines pada awal 2024.

Insiden itu mendorong Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) memberlakukan pembatasan produksi terhadap Boeing.

Pada Desember lalu, Boeing resmi mengakuisisi kembali Spirit AeroSystems yang berbasis di Wichita, Kansas, sehingga memberinya kendali lebih besar atas rantai pasok.

Baca Juga: Kyiv Digempur Serangan Rudal “Besar-besaran” Rusia

Spirit sendiri terbentuk pada 2005 ketika Boeing melepas sebagian bisnis produksi aerostrukturnya kepada investor.

“Spirit kembali ke keluarga mungkin adalah hal terbaik yang terjadi dalam karier saya,” kata Mounir.

Masalah kualitas di Spirit dan sejumlah pemasok lain sebelumnya sempat menghambat upaya Boeing meningkatkan kembali produksi pesawat setelah terpukul pandemi COVID-19.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×