Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Boeing menyatakan telah mencatat peningkatan kualitas yang signifikan dalam rantai pasok pesawat komersialnya selama dua tahun terakhir.
Ihssane Mounir, Senior Vice President Global Supply Chain and Fabrication Boeing, mengatakan perusahaan kini menghabiskan 40% lebih sedikit waktu untuk memperbaiki masalah yang berasal dari pemasok dibandingkan 2024.
Baca Juga: Israel Gabung “Board of Peace” Inisiatif Trump, Netanyahu Teken Aksesi di Washington
“Perbaikan kualitasnya sangat besar,” ujar Mounir dalam konferensi pemasok Pacific Northwest Aerospace Alliance (PNAA) di luar Seattle, Rabu (11/2/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa cacat produksi dari Spirit AeroSystems, pemasok badan pesawat 737 serta struktur untuk model Boeing lainnya turun 60% sejak Boeing memperketat inspeksi kualitas di perusahaan tersebut pada 2024.
Spirit sebelumnya menjadi sorotan setelah membuat dan memasang door plug pada 737 MAX yang terlepas di udara dalam penerbangan Alaska Airlines pada awal 2024.
Insiden itu mendorong Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) memberlakukan pembatasan produksi terhadap Boeing.
Pada Desember lalu, Boeing resmi mengakuisisi kembali Spirit AeroSystems yang berbasis di Wichita, Kansas, sehingga memberinya kendali lebih besar atas rantai pasok.
Baca Juga: Kyiv Digempur Serangan Rudal “Besar-besaran” Rusia
Spirit sendiri terbentuk pada 2005 ketika Boeing melepas sebagian bisnis produksi aerostrukturnya kepada investor.
“Spirit kembali ke keluarga mungkin adalah hal terbaik yang terjadi dalam karier saya,” kata Mounir.
Masalah kualitas di Spirit dan sejumlah pemasok lain sebelumnya sempat menghambat upaya Boeing meningkatkan kembali produksi pesawat setelah terpukul pandemi COVID-19.













