kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kasus corona turun, Australia dan Selandia Baru buka perjalanan dua arah?


Senin, 04 Mei 2020 / 16:03 WIB
ILUSTRASI. Warga berselancar di Pantai Bondi yang dibuka kembali untuk peselancar dan perenang setelah ditutup untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19), dengan tetap menjaga jarak sosial secara ketat, di Sydney, Australia, Selasa (28/4/2020).


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Kedua pemerintah menghubungkan keberhasilan mereka dengan pembatasan jarak sosial dan pengujian luas atas virus corona.

Tapi, Australia pada Senin (4/5) melaporkan 26 kasus baru, termasuk seorang bocah lelaki berusia tujuh tahun, lompatan harian terbesar dalam dua minggu terakhir. Sebab, lebih banyak negara bagian melaporkan hari ini.

Sementara Selandia Baru tidak mencatat kasus baru pada Senin (4/5) untuk pertama kalinya sejak 16 Maret lalu.

Baca Juga: Duh, kasus virus corona di dunia tembus 3,5 juta

Secara keseluruhan, Australia telah mencatat sekitar 6.800 kasus dan 95 kematian akibat virus corona. Sedang Selandia Baru memiliki 1.137 kasus dengan 20 kematian akibat penyakit Covid-19.

Pada Minggu (3/5), tim liga rugby Selandia Baru tiba di Australia untuk mengisolasi diri sebelum bergabung dengan turnamen Australia akhir bulan ini, setelah menerima izin khusus, langkah yang menurut Peters bisa membuka jalan bagi gelembung Trans-Tasman.

Ardern dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison kemungkinan akan membahas strategi mereka untuk memperlambat penyebaran virus corona pada pertemuan Selasa (5/5), sumber yang mengetahui prrincian pertemuan itu mengatakan kepada Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×