kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Turun Jadi 10, WHO Tegaskan Tidak Ada Mutasi Baru


Jumat, 15 Mei 2026 / 22:33 WIB
Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar Turun Jadi 10, WHO Tegaskan Tidak Ada Mutasi Baru
ILUSTRASI. SPAIN-HEALTH-HANTAVIRUS-ILLNESS-TOURISM (AFP/JORGE GUERRERO)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JENEWA. World Health Organization (WHO) menyatakan Amerika Serikat telah mengonfirmasi seorang individu yang sebelumnya memiliki hasil tes tidak meyakinkan ternyata negatif terhadap hantavirus. Dengan pembaruan ini, total kasus global yang terkait wabah turun menjadi 10 dari sebelumnya 11 kasus.

Maria Van Kerkhove, Direktur Departemen Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, mengatakan laporan sebelumnya memasukkan satu kasus yang masih tidak pasti. “Kami telah menerima konfirmasi lebih lanjut dari Amerika Serikat bahwa orang tersebut negatif,” ujarnya.

Wabah ini terkait dengan kapal pesiar mewah berbendera Belanda, MV Hondius, yang berangkat dari Argentina pada 1 April untuk ekspedisi ke wilayah kutub. Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari sepasang warga Belanda dan satu warga negara Jerman.

Baca Juga: Platform Taruhan Global Ramai, Dugaan Penyalahgunaan Informasi Meningkat

Para awak kapal, penumpang, serta individu yang melakukan kontak erat telah menjalani karantina di beberapa negara Eropa. Otoritas kesehatan Amerika Serikat pada Kamis menyatakan tidak ada kasus terkonfirmasi di wilayah mereka, namun 41 orang masih dalam pemantauan, termasuk 18 orang yang dikarantina di Nebraska dan Atlanta, karena kemungkinan paparan infeksi.

Wabah ini melibatkan virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang langka dan satu-satunya yang diketahui dapat menular antarmanusia secara terbatas, umumnya melalui kontak dekat dan berkepanjangan. 

Virus ini telah beredar di wilayah Argentina dan Chili selama beberapa dekade, dan sampel dari kapal menunjukkan tidak ada perubahan signifikan dari virus tersebut.

Van Kerkhove menegaskan para ahli WHO belum menemukan adanya mutasi yang membuat virus ini lebih mudah menular atau lebih berbahaya. WHO juga menekankan bahwa wabah ini tidak sebanding dengan COVID-19 dan tidak menimbulkan ancaman pandemi.

Hantavirus sendiri umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama melalui urine, kotoran, atau air liur yang terinfeksi, dan penularan antar manusia tergolong sangat jarang. Masa inkubasi dapat berlangsung antara satu hingga enam minggu sebelum gejala muncul.

Saat ini belum ada vaksin yang disetujui maupun terapi antivirus khusus untuk hantavirus, sehingga penanganan pasien umumnya bersifat suportif. WHO merekomendasikan pemantauan dan karantina selama 42 hari bagi kontak berisiko tinggi, sementara kontak berisiko rendah diminta melakukan pemantauan mandiri dan segera mencari perawatan medis jika muncul gejala.

Baca Juga: Taiwan Perkuat Hubungan dengan AS Usai Trump dan Xi Bahas Isu Senjata dan Keamanan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×