kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Kasus COVID-19 harian Selandia Baru turun, beberapa sekolah akan dibuka kembali


Rabu, 20 Oktober 2021 / 11:48 WIB
Kasus COVID-19 harian Selandia Baru turun, beberapa sekolah akan dibuka kembali
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera simbol New Zealand Selandia Baru

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus harian COVID-19 di Selandia Baru turun pada Rabu setelah rekor lompatan sehari sebelumnya, dengan sebagian besar infeksi masih di Auckland ketika varian Delta dari virus corona terus memengaruhi kota terbesar di negara itu.

Pihak berwenang melaporkan 60 infeksi COVID-19 baru pada hari Selasa, 56 di antaranya berada di Auckland, menjadikan jumlah total kasus dalam wabah saat ini menjadi 2.158. Total ada 28 kematian sejak pandemi dimulai dan 43 orang saat ini dirawat di rumah sakit karena virus tersebut.

Selandia Baru sebagian besar tetap bebas virus untuk sebagian besar pandemi sampai wabah Delta pada pertengahan Agustus yang telah menyebar ke seluruh Auckland dan wilayah tetangga, mendorong pembatasan ketat pada sekitar 1,7 juta warga Auckland yang diperpanjang lebih lanjut minggu ini.

Baca Juga: Ini sanksi balasan Indonesia jika melarang WNI masuk ke negara tersebut

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa infeksi cenderung cenderung lebih tinggi sampai tingkat vaksinasi meningkat lebih cepat. Sekitar 67% dari populasi sekarang telah divaksinasi lengkap, sementara 85% telah menerima setidaknya satu dosis.

Auckland sekarang telah dikunci selama lebih dari dua bulan, meskipun total beban kumulatif Selandia Baru dari 4.854 kasus yang dikonfirmasi jauh lebih rendah daripada banyak negara yang sebanding.

Pemerintah telah beralih ke strategi hidup dengan COVID-19, dan menteri pendidikan Chris Hipkins pada hari Rabu mengatakan siswa sekolah menengah atas di beberapa daerah akan kembali ke ruang kelas mulai Selasa depan.

"Ini adalah masalah kompleks yang membutuhkan trade-off yang sulit antara meningkatkan pendidikan dan meningkatkan potensi risiko kesehatan bagi anak-anak dan remaja," kata Hipkins pada konferensi pers.

Selanjutnya: 5 Syarat Warga asing dari 19 negara boleh masuk Indonesia, apa saja?

 




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×