Kasus COVID-19 muncul lagi sejak Februari, kota di China ini terapkan semi-lockdown

Rabu, 22 September 2021 | 15:01 WIB Sumber: Reuters
Kasus COVID-19 muncul lagi sejak Februari, kota di China ini terapkan semi-lockdown

ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung berjalan di jalan, menyusul kasus baru penyakit virus corona atau COVID-19, di Shanghai, Cina, 5 Agustus 2021. REUTERS/Aly Song.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Kota Harbin di Timur Laut China, berpenduduk 10 juta, semi-lockdown setelah melaporkan kasus COVID-19 yang ditularkan secara lokal untuk pertama kalinya sejak awal Februari lalu.

Mengutip Reuters, tiga dari 16 kasus lokal baru yang dilaporkan di China pada Selasa (21/9) berada di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan pada Rabu (22/9).

Kasus penularan lokal COVID-19 terakhir yang dilaporkan di kota itu terjadi pada 4 Februari lalu.

Pemerintah Kota Harbin, yang dikenal dengan musim dingin minus 30 derajat Celcius, berjanji untuk menyelesaikan putaran awal pengujian di seluruh kota pada Kamis (23/9). 

Baca Juga: Muncul wabah baru COVID-19, kota-kota di China keluarkan peringatan perjalanan

Selain itu, Pemerintah Kota Harbin meminta penduduknya untuk menahan diri dari melangkah keluar rumah mereka, kecuali jika perlu, sebelum hasil tes COVID-19 keluar.

Pemerintah Harbin juga memberi tahu penduduknya untuk menghindari meninggalkan kota kecuali alasan penting, dan mereka yang pergi harus menunjukkan bukti hasil tes negatif dalam waktu 48 jam sejak keberangkatan.

Tempat-tempat dalam ruangan, seperti bioskop, gimnasium, dan ruang mahjong juga ditutup. Lalu, lokasi wisata wajib membatasi pengunjung menjadi 50% dari kapasitasnya, televisi pemerintah melaporkan pada Selasa.

Pemerintah Harbin juga menangguhkan pembelajaran tatap muka di semua taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan sekolah menengah atas selama seminggu mulai Rabu, menurut laporan televisi pemerintah.

Tidak jelas, apakah tiga kasus COVID-19 di Harbin terkait dengan wabah di Provinsi Fujian.

Selanjutnya: Varian Delta menyerang, muncul wabah baru COVID-19 di China

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru