kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Kasus Kematian Pendiri Kerajaan Fesyen Mango: Sang Anak Jadi Tersangka, Motif Warisan


Rabu, 20 Mei 2026 / 23:11 WIB
Kasus Kematian Pendiri Kerajaan Fesyen Mango: Sang Anak Jadi Tersangka, Motif Warisan
ILUSTRASI. Jonathan Andic, putra dari pendiri grup fesyen Mango, Isak Andic. (REUTERS/Albert Gea)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pengadilan Barcelona menetapkan pewaris kerajaan bisnis fesyen Mango, Jonathan Andic, sebagai tersangka dalam penyelidikan kematian ayahnya, pendiri Mango Isak Andic.

Hakim menilai terdapat indikasi kuat bahwa kematian Isak kemungkinan bukan murni kecelakaan saat keduanya melakukan pendakian bersama.

Dalam dokumen pengadilan yang dilihat Reuters Rabu (20/5/2026), Hakim Raquel Nieto Galvan menyebut terdapat “cukup bukti” yang mengarah pada dugaan bahwa Jonathan memainkan peran aktif dan telah direncanakan dalam kematian ayahnya.

Baca Juga: Trump Sebut Negosiasi dengan Iran Masuk Tahap Akhir, Ancam Serangan Jika Gagal

Isak Andic diketahui tewas setelah terjatuh lebih dari 100 meter dari tebing di dekat Barcelona pada Desember lalu.

Menurut hakim, hubungan ayah dan anak tersebut memburuk akibat persoalan finansial dan perebutan warisan.

Jonathan disebut memiliki “obsesi terhadap uang” hingga meminta warisan kepada ayahnya saat Isak masih hidup.

Dalam sejumlah pesan WhatsApp yang menjadi bagian penyelidikan, Jonathan disebut mengungkapkan rasa benci, dendam, hingga pikiran tentang kematian sambil menyalahkan ayahnya atas kondisi hidupnya.

Baca Juga: Xi Jinping & Putin Bersumpah Runtuhkan Hegemoni Global, Dagang Tembus US$ 240 Miliar

Pengadilan juga menyoroti perubahan sikap Jonathan setelah mengetahui pada pertengahan 2024 bahwa Isak berencana mengubah surat wasiat dan mendirikan yayasan sosial untuk membantu masyarakat membutuhkan.

Hakim menyebut Jonathan kemudian berupaya memperbaiki hubungan dengan ayahnya dan mengusulkan perjalanan hiking berdua pada 14 Desember untuk berbicara secara pribadi.

Namun, perilaku Jonathan sebelum dan sesudah kejadian justru memunculkan kecurigaan.

Berdasarkan pelacakan kendaraan, Jonathan diketahui beberapa kali mendatangi lokasi tebing sebelum insiden, meski ia mengaku baru sekali datang dua pekan sebelumnya.

Baca Juga: Barney Frank, Arsitek Reformasi Wall Street Pasca Krisis 2008, Meninggal Dunia

Selain itu, Jonathan juga memberikan keterangan yang berbeda kepada layanan darurat dan kepolisian terkait kronologi kejadian.

Hasil simulasi kepolisian menunjukkan posisi jejak kaki dan cara tubuh Isak jatuh dinilai tidak konsisten dengan kecelakaan terpeleset biasa.

Polisi menyebut korban jatuh dengan posisi kaki lebih dahulu seperti meluncur dan tidak ditemukan luka pada telapak tangan yang lazim muncul saat seseorang berusaha menahan jatuh.

Penyidik juga menyoroti pergantian telepon seluler Jonathan yang menyebabkan seluruh data hilang.

Jonathan mengaku ponselnya dicuri saat melakukan perjalanan ke Quito, Ekuador, pada Maret 2025.

Baca Juga: Bank Dunia: Pendapatan Carbon Pricing Naik Jadi US$107 Miliar pada 2025

Namun, hakim mencatat hilangnya ponsel tersebut terjadi bertepatan dengan mencuatnya kembali pemberitaan bahwa kasus kematian Isak dibuka ulang.

Kuasa hukum Jonathan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Sementara pihak keluarga Andic menyatakan proses penyelidikan merupakan kesempatan bagi Jonathan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×