Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Barney Frank, mantan anggota Kongres Amerika Serikat yang dikenal sebagai arsitek reformasi besar sektor keuangan pascakrisis global 2007–2009, meninggal dunia pada usia 86 tahun.
Kabar wafatnya politisi Partai Demokrat tersebut disampaikan sang saudari, Ann Lewis, pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: WHO Laporkan 600 Dugaan Kasus Ebola Bundibugyo di Kongo dan Uganda
Barney Frank dikenal luas sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam reformasi regulasi Wall Street setelah krisis keuangan global yang mengguncang ekonomi dunia pada 2008.
Bersama mantan senator AS Chris Dodd, Frank menggagas undang-undang reformasi keuangan tahun 2010 yang kemudian dikenal sebagai Dodd-Frank Wall Street Reform and Consumer Protection Act.
Undang-undang tersebut memperketat pengawasan sektor perbankan dan memperkuat perlindungan konsumen guna mencegah terulangnya krisis keuangan global.
Aturan itu juga melahirkan Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), lembaga yang bertugas melindungi konsumen dari praktik keuangan yang dianggap merugikan dan eksploitatif.
Baca Juga: Bank Dunia: Pendapatan Carbon Pricing Naik Jadi US$107 Miliar pada 2025
Reformasi Dodd-Frank dipandang sebagai salah satu pencapaian terbesar pemerintahan Barack Obama di Kongres.
Saat krisis keuangan terjadi dan sejumlah institusi besar seperti Lehman Brothers runtuh, Frank berada di garis depan upaya penyelamatan industri perbankan AS.
Ia turut mendorong pengesahan program bailout perbankan senilai US$700 miliar melalui Troubled Asset Relief Program (TARP) pada 2008.
Program tersebut membantu menstabilkan sistem keuangan AS dengan pemerintah membeli saham sejumlah bank besar yang terdampak krisis.
Meski menuai kritik karena dianggap kurang membantu sektor perumahan dan tetap memberi ruang bonus besar bagi bankir, Frank tetap membela kebijakan tersebut.
Baca Juga: Rupee India Sentuh Rekor Terendah Dekati 97 per Dolar AS
Dalam sebuah acara C-SPAN tahun 2014, Frank bahkan pernah berseloroh, “Things would have sucked worse without me.”
Dikenal sebagai sosok cerdas, cepat bicara, dan humoris, Barney Frank beberapa kali terpilih sebagai anggota Kongres paling lucu sekaligus paling pintar oleh staf Capitol Hill dalam survei majalah Washingtonian.
Namun reputasinya di sektor perbankan sempat kembali menjadi sorotan setelah Signature Bank, tempat ia menjadi anggota dewan direksi, kolaps pada 2023 bersamaan dengan runtuhnya Silicon Valley Bank.
Lahir dengan nama Barnett Frank pada 31 Maret 1940 di Bayonne, ia merupakan cucu imigran Yahudi asal Eropa Timur.
Baca Juga: Supertanker Keluar dari Selat Hormuz Bawa 6 Juta Barel Minyak
Frank menempuh pendidikan di Harvard University sebelum memulai karier politik di Massachusetts.
Pada 1972, ia terpilih menjadi anggota DPR negara bagian Massachusetts dan langsung memperjuangkan rancangan undang-undang anti-diskriminasi terhadap kaum homoseksual.
Karier politiknya di Kongres AS dimulai pada 1980 dan berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
Pada 1987, Frank menjadi anggota Kongres pertama dalam sejarah AS yang secara terbuka mengakui dirinya gay.
Baca Juga: Nestlé dan Danone Dituding Lambat Tarik Produk Susu Bayi, Ini Responsnya
Ia kemudian mencatat sejarah lain pada 2012 dengan menjadi anggota Kongres aktif pertama yang menikah dengan pasangan sesama jenis, Jim Ready.
Saat mengumumkan pensiun dari Kongres pada 2013, Frank kembali menunjukkan gaya khasnya dengan mengatakan bahwa pensiun akan membuatnya lega karena “tidak perlu lagi berpura-pura bersikap baik kepada orang yang tidak disukai.”













